Blog biasa dari orang biasa

10.22.2010

Sebelumnya saya sudah mem-posting cara membuat animasi GIF menggunakan GIMP + GAP. Sekarang kita akan coba membuat animasi GIF lewat terminal (konsol).

Membuat animasi gif via terminal? Bagaimana caranya? Di Linux, ada software pemutar video bernama MPlayer. Yang saya maksud disini adalah MPlayer tanpa GUI, bukan gMPlayer atau lainnya. Ada juga software bernama ImageMagick. ImageMagick punya tools yang bernama convert. MPlayer dan Convert inilah yang akan kita gunakan untuk membuat animasi GIF.

Membuat animasi GIF dengan MPlayer
Buka terminal, terus masukkan perintah seperti ini
mplayer -ao null -ss 0:00:01 -endpos 5 -loop 0 video_file
Perintah ini untuk preview videonya
-ss untuk menentukan awal frame,
-endpos untuk menentukan akhir frame (n detik setelah awal frame)
-loop untuk menentukan berapa kali preview ditampilkan (0 = forever)

Saya mencoba perintah seperti berikut untuk mem-preview yang ma saya buat
mplayer -ao null -ss 0:11:25 -endpos 1.5 -loop 3 /home/user/Video/Gundam_00_-_23.mp4

Kalo sudah puas dengan preview yang ditampilkan, masukkan perintah seperti berikut (disesuaikan ya...)
mplayer -ao null -ss 0:11:25 -endpos 1.5 /home/user/Video/Gundam_00_-_23.mp4 -vo gif89a:fps=25:output=nama_file.gif -aspect 16/9 -vf scale=-2:100
-vo gif89a menunjukkan file outputnya nanti berupa GIF

Dan jadilah animasi GIF kita dari sebuah video


Membuat animasi .GIF dengan 'convert'
Siapkan saja beberapa gambar, misalnya kita punya beberapa gambar *.jpg. Kemudian buka terminal, masuk ke diektori gambar, masukkan perintah seperti ini
convert -resize 200 -delay 5 *.jpg -loop 0 animasi.gif
-resize digunakan kalo kita pengen mengubah ukuran width dari gambar (dalam pixel)

Bisa juga dikombinasikan dengan MPlayer. MPlayer-nya kta manfaatkan untuk mengekstrak frame dari file video.
mplayer -ao null -ss 0:00:30 -endpos 2 /lokasi/file/video -vo jpeg:outdir=/lokasi/output
-vo jpeg bearti outputnya .jpg

Hasilnya seperti ini


Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Referensi
http://psyklops.blogspot.com/2009/11/creating-animated-gifs-with-mplayer.html
http://www.almondjosephmendoza.com/2010/03/create-animated-gif-from-movie-on.html

Sebelumnya saya sudah mem-posting cara membuat animasi GIF menggunakan GIMP + GAP. Sekarang kita akan coba membuat animasi GIF lewat terminal (konsol).

Membuat animasi gif via terminal? Bagaimana caranya? Di Linux, ada software pemutar video bernama MPlayer. Yang saya maksud disini adalah MPlayer tanpa GUI, bukan gMPlayer atau lainnya. Ada juga software bernama ImageMagick. ImageMagick punya tools yang bernama convert. MPlayer dan Convert inilah yang akan kita gunakan untuk membuat animasi GIF.

Membuat animasi GIF dengan MPlayer
Buka terminal, terus masukkan perintah seperti ini
mplayer -ao null -ss 0:00:01 -endpos 5 -loop 0 video_file
Perintah ini untuk preview videonya
-ss untuk menentukan awal frame,
-endpos untuk menentukan akhir frame (n detik setelah awal frame)
-loop untuk menentukan berapa kali preview ditampilkan (0 = forever)

Saya mencoba perintah seperti berikut untuk mem-preview yang ma saya buat
mplayer -ao null -ss 0:11:25 -endpos 1.5 -loop 3 /home/user/Video/Gundam_00_-_23.mp4

Kalo sudah puas dengan preview yang ditampilkan, masukkan perintah seperti berikut (disesuaikan ya...)
mplayer -ao null -ss 0:11:25 -endpos 1.5 /home/user/Video/Gundam_00_-_23.mp4 -vo gif89a:fps=25:output=nama_file.gif -aspect 16/9 -vf scale=-2:100
-vo gif89a menunjukkan file outputnya nanti berupa GIF

Dan jadilah animasi GIF kita dari sebuah video


Membuat animasi .GIF dengan 'convert'
Siapkan saja beberapa gambar, misalnya kita punya beberapa gambar *.jpg. Kemudian buka terminal, masuk ke diektori gambar, masukkan perintah seperti ini
convert -resize 200 -delay 5 *.jpg -loop 0 animasi.gif
-resize digunakan kalo kita pengen mengubah ukuran width dari gambar (dalam pixel)

Bisa juga dikombinasikan dengan MPlayer. MPlayer-nya kta manfaatkan untuk mengekstrak frame dari file video.
mplayer -ao null -ss 0:00:30 -endpos 2 /lokasi/file/video -vo jpeg:outdir=/lokasi/output
-vo jpeg bearti outputnya .jpg

Hasilnya seperti ini


Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Referensi
http://psyklops.blogspot.com/2009/11/creating-animated-gifs-with-mplayer.html
http://www.almondjosephmendoza.com/2010/03/create-animated-gif-from-movie-on.html

10.14.2010

Lagi nggak ada bahan menarik buat diposting. Jadi saya pengen berbagi saja tentang Audio Player di Linux. Mungkin bermanfaat buat temen-temen yang baru coba-coba menggunakan Linux.
Ada banyak audio player yang sudah dibuat untuk Linux. Berikut ini yang, setidak-tidaknya pernah, saya pakai. Dan sebatas yang pake GUI, bukan CLI.

Amarok
Amarok, salah satu favorit saya. Jadi default player kalo pake KDE, dan memang identik dengan KDE. Amarok menggunakan library Xine. Audio library-nya paling asyik buat mengatur file audio kita. Punya preset equalizer yang bikin tambah maknyus output suaranya. Saya kasih nilai 9 deh buat Amarok.

Exaile


Exaile ini kembarannya Amarok, tapi versi GTK. Librarynya pake GStreamer. Punya audio library juga, meskipun nggak sebagus Amarok. Tapi tetep asyik kok. Equalizer juga ada. Plugin-nya banyak, diantaranya bisa menampilkan cover album di desktop. Kalo menurut saya, nilainya 8.

Consonance


Consonance Sepertinya tidak populer. Mirip Exaile tapi lebih simple. Audio library-nya juga sederhana, nggak asyik tapi cukup memudahkan. Yang saya suka dari Consonance itu enteng. 7 bolehlah buat player satu ini.

Xfmedia


Sudah pernah saya tulis di sini. Enteng dan nggak neko-neko. Cukup tombol standar multimedia player, plus playlist. Cocok buat yang nggak ambil pusing dengan pengelolaan file audio. Asal masuk playlist terus puter aja. O iya, xfmedia juga bisa muter file video, tentu saja dengan kesederhanannya.

Sonata


Namanya mengingatkan saya pada bang haji :D Eh... beda ding, itu Soneta. Sonata merupakan GUI front-end-nya mpd (music player daemon). MPD sendiri adalah mp3 player tapi text based. Kapan-kapan saya mau posting audio player yang text based.

Quod Libet


Quod Libet dibuat pake python. Audio library-nya cukup bagus untuk mengatur file audio. Sepaket dengan Quod Libet, ada Ex Falso yang berfungsi sebagai tag editor. Audio metadata-nya dihandle oleh Mutagen. Maka kalo anda download Quod Libet, jangan lupa download juga mutagen.

Seperti kebanyakan program lain yang pake python, QuodLibet bisa jalan meskipun tidak diinstall. Kalo mau install, cukup ./setup.py build dan ./setup.py install

Audacious
Player ini mirip winamp. Dulu awal-awal pake linux sih seneng banget pake audacious. Tapi setelah kenal player lain, saya cenderung nggak suka player ini. Berat dan sering ngelag di PC saya.

XMMS
XMMS ini pendahulunya audacious. Saya juga nggak terlalu suka XMMS. Kalo dibanding audacious, XMMS menurut saya agak kuno. Ada juga project penerusnya, XMMS2. Saya nggak tahu kalo yang ini. Tapi akan saya coba karena sekalian pengen coba LXMusic (salah satu LXDE project).

Masih ada banyak player yang lain, misalnya Rythmbox, Banshee, Gmusicbrowser, dan lain-lain. Tinggal pilih yang sreg saja.

Lagi nggak ada bahan menarik buat diposting. Jadi saya pengen berbagi saja tentang Audio Player di Linux. Mungkin bermanfaat buat temen-temen yang baru coba-coba menggunakan Linux.
Ada banyak audio player yang sudah dibuat untuk Linux. Berikut ini yang, setidak-tidaknya pernah, saya pakai. Dan sebatas yang pake GUI, bukan CLI.

Amarok
Amarok, salah satu favorit saya. Jadi default player kalo pake KDE, dan memang identik dengan KDE. Amarok menggunakan library Xine. Audio library-nya paling asyik buat mengatur file audio kita. Punya preset equalizer yang bikin tambah maknyus output suaranya. Saya kasih nilai 9 deh buat Amarok.

Exaile


Exaile ini kembarannya Amarok, tapi versi GTK. Librarynya pake GStreamer. Punya audio library juga, meskipun nggak sebagus Amarok. Tapi tetep asyik kok. Equalizer juga ada. Plugin-nya banyak, diantaranya bisa menampilkan cover album di desktop. Kalo menurut saya, nilainya 8.

Consonance


Consonance Sepertinya tidak populer. Mirip Exaile tapi lebih simple. Audio library-nya juga sederhana, nggak asyik tapi cukup memudahkan. Yang saya suka dari Consonance itu enteng. 7 bolehlah buat player satu ini.

Xfmedia


Sudah pernah saya tulis di sini. Enteng dan nggak neko-neko. Cukup tombol standar multimedia player, plus playlist. Cocok buat yang nggak ambil pusing dengan pengelolaan file audio. Asal masuk playlist terus puter aja. O iya, xfmedia juga bisa muter file video, tentu saja dengan kesederhanannya.

Sonata


Namanya mengingatkan saya pada bang haji :D Eh... beda ding, itu Soneta. Sonata merupakan GUI front-end-nya mpd (music player daemon). MPD sendiri adalah mp3 player tapi text based. Kapan-kapan saya mau posting audio player yang text based.

Quod Libet


Quod Libet dibuat pake python. Audio library-nya cukup bagus untuk mengatur file audio. Sepaket dengan Quod Libet, ada Ex Falso yang berfungsi sebagai tag editor. Audio metadata-nya dihandle oleh Mutagen. Maka kalo anda download Quod Libet, jangan lupa download juga mutagen.

Seperti kebanyakan program lain yang pake python, QuodLibet bisa jalan meskipun tidak diinstall. Kalo mau install, cukup ./setup.py build dan ./setup.py install

Audacious
Player ini mirip winamp. Dulu awal-awal pake linux sih seneng banget pake audacious. Tapi setelah kenal player lain, saya cenderung nggak suka player ini. Berat dan sering ngelag di PC saya.

XMMS
XMMS ini pendahulunya audacious. Saya juga nggak terlalu suka XMMS. Kalo dibanding audacious, XMMS menurut saya agak kuno. Ada juga project penerusnya, XMMS2. Saya nggak tahu kalo yang ini. Tapi akan saya coba karena sekalian pengen coba LXMusic (salah satu LXDE project).

Masih ada banyak player yang lain, misalnya Rythmbox, Banshee, Gmusicbrowser, dan lain-lain. Tinggal pilih yang sreg saja.

10.05.2010

Mau bikin animasi GIF dari video/ clip? Nggak perlu nyari software bajakan...! Cukup pake software open source dan gratis, GIMP plus GIMP Animation Package (GAP). Yup, dengan GIMP animation package, kita bisa membuat animasi gif dari video favorit kita. Bagaimana caranya?


1. Klik Video > Split Video into frames > Extract Videorange

2. Buka file video yang mau kita buat GIF


3. Biar lebih enak, klik video range, di sebelahnya nanti muncul kaya gini


plus kotak dialog ini


4. Tentukan awal frame dan frame terakhir

5. Kita lihat lagi yang di kiri


6. OK

7. Kalo mau me-resize ukuran, klik Image > Scale Image


8. Save dengan ekstensi .gif, atau di-optimize dulu biar ukuran file-nya lebih kecil

Mau bikin animasi GIF dari video/ clip? Nggak perlu nyari software bajakan...! Cukup pake software open source dan gratis, GIMP plus GIMP Animation Package (GAP). Yup, dengan GIMP animation package, kita bisa membuat animasi gif dari video favorit kita. Bagaimana caranya?


1. Klik Video > Split Video into frames > Extract Videorange

2. Buka file video yang mau kita buat GIF


3. Biar lebih enak, klik video range, di sebelahnya nanti muncul kaya gini


plus kotak dialog ini


4. Tentukan awal frame dan frame terakhir

5. Kita lihat lagi yang di kiri


6. OK

7. Kalo mau me-resize ukuran, klik Image > Scale Image


8. Save dengan ekstensi .gif, atau di-optimize dulu biar ukuran file-nya lebih kecil

LAMP di artikel ini bukan LAMPP-nya Apache-friends (atau biasa dikenal dengan XAMPP Linux). Apache, MySQL, dan PHP, yang dibutuhkan untuk webserver, secara native jalan di Linux. Maka ada baiknya mempelajari cara install-nya, bukan dengan yang instan macam XAMPP.

Tidak seperti Slackware, Zenwalk tidak menyertakan LAMP di CD instalasinya. Maka kita perlu download dulu paket-paketnya, apache, libmcrypt (dependensinya apache), mysql, php. Kemudian install semua paket tersebut.

Konfigurasi Apache (httpd)
Setelah terinstall, kita buat file /etc/rc.d/rc.httpd menjadi executable.
root# chmod +x /etc/rc.d/rc.httpd
Kemudian jalankan service httpd
root# /etc/rc.d/rc.httpd start
O iya, di Zenwalk 6.4, biar bisa dieksekusi kita perlu bikin symlink untuk libgmp
root# ln -s /usr/lib/libgmp.so.10.0.1 /usr/lib/libgmp.so.3
Kita buka localhost atau 127.0.0.1 di browser. Kalo ada tulisan It Works! berarti apache sudah berjalan.



Konfigurasi httpd.conf
Biar bisa menggunakan PHP, kita edit file /etc/apache/httpd.conf. Pada baris terakhir, uncomment (hapus #) untuk meng-enable PHP

include /etc/apache/mod_php.conf
Kemudian tambahkan index.php di DirectoryIndex (baris ke 227)

DirectoryIndex index.php index.html

Konfigurasi MySQL
Kita buat rc.mysqld executable
chmod +x /etc/rc.d/rc.mysqld
Kemudian install database MySQL
root# mysql_install_db --user=mysql
Eksekusi rc.mysqld
root# /etc/rc.d/rc.mysqld start
Kemudian jalankan Secure installation. Disini kita bisa nge-set password mysql, dan settingan lain. Kalo bingung kaya saya, tekan enter aja.
root# mysql_secure_installation

NOTE: RUNNING ALL PARTS OF THIS SCRIPT IS RECOMMENDED FOR ALL MySQL
SERVERS IN PRODUCTION USE!  PLEASE READ EACH STEP CAREFULLY!In order to log into MySQL to secure it, we'll need the current
password for the root user.  If you've just installed MySQL, and
you haven't set the root password yet, the password will be blank,
so you should just press enter here.

Enter current password for root (enter for none):
OK, successfully used password, moving on...

Setting the root password ensures that nobody can log into the MySQL
root user without the proper authorisation.

Set root password? [Y/n] y
New password:
Re-enter new password:
Password updated successfully!
Reloading privilege tables..
... Success!

....................................................................................
....................................................................................
................................dst.................................................
....................................................................................
....................................................................................

Reload privilege tables now? [Y/n]
... Success!

Cleaning up...

All done!  If you've completed all of the above steps, your MySQL
installation should now be secure.

Thanks for using MySQL!

Kita coba login ke MySQL

root# mysql -u root -p
Enter password:
Welcome to the MySQL monitor.  Commands end with ; or \g.
Your MySQL connection id is 8
Server version: 5.1.46-log Source distributionCopyright (c) 2000, 2010, Oracle and/or its affiliates. All rights reserved.
This software comes with ABSOLUTELY NO WARRANTY. This is free software,
and you are welcome to modify and redistribute it under the GPL v2 licenseType 'help;' or '\h' for help. Type '\c' to clear the current input statement.

mysql>


Aktifkan MySQL support di php.ini. Edit file /etc/apache/php.ini, kemudian uncomment (hapus karakter ; ) di baris 810

; To activate MySQL support, uncomment this line :
extension=mysql.so
Restart rc.mysqld untuk mengupdate perubahan (etc/rc.d/rc.mysqld restart)

Install Wordpress
Pertama, kita buat database terlebih dahulu. Login ke MySQL, kemudian buat database, misalnya blogku

mysql> CREATE DATABASE blogku;
Query OK, 1 row affected (0.11 sec)


Ekstrak wordpress ke /var/www/htdocs. Biar lebih gampang, kita ubah permissionya
root# chmod -R 777 /var/www/htdocs/wordpress

Edit wp-config-sample.php kemudian simpan dengan nama wp-config.php


/** The name of the database for WordPress */
define('DB_NAME', 'blogku');

/** MySQL database username */
define('DB_USER', 'root');

/** MySQL database password */
define('DB_PASSWORD', 'your-mysql-password');

/** MySQL hostname */
define('DB_HOST', 'localhost');

Lalu kita buka wordpress di browser


 
Wordpress siap digunakan.
Huff.... selesai. Semoga bermanfaat.

LAMP di artikel ini bukan LAMPP-nya Apache-friends (atau biasa dikenal dengan XAMPP Linux). Apache, MySQL, dan PHP, yang dibutuhkan untuk webserver, secara native jalan di Linux. Maka ada baiknya mempelajari cara install-nya, bukan dengan yang instan macam XAMPP.

Tidak seperti Slackware, Zenwalk tidak menyertakan LAMP di CD instalasinya. Maka kita perlu download dulu paket-paketnya, apache, libmcrypt (dependensinya apache), mysql, php. Kemudian install semua paket tersebut.

Konfigurasi Apache (httpd)
Setelah terinstall, kita buat file /etc/rc.d/rc.httpd menjadi executable.
root# chmod +x /etc/rc.d/rc.httpd
Kemudian jalankan service httpd
root# /etc/rc.d/rc.httpd start
O iya, di Zenwalk 6.4, biar bisa dieksekusi kita perlu bikin symlink untuk libgmp
root# ln -s /usr/lib/libgmp.so.10.0.1 /usr/lib/libgmp.so.3
Kita buka localhost atau 127.0.0.1 di browser. Kalo ada tulisan It Works! berarti apache sudah berjalan.



Konfigurasi httpd.conf
Biar bisa menggunakan PHP, kita edit file /etc/apache/httpd.conf. Pada baris terakhir, uncomment (hapus #) untuk meng-enable PHP

include /etc/apache/mod_php.conf
Kemudian tambahkan index.php di DirectoryIndex (baris ke 227)

DirectoryIndex index.php index.html

Konfigurasi MySQL
Kita buat rc.mysqld executable
chmod +x /etc/rc.d/rc.mysqld
Kemudian install database MySQL
root# mysql_install_db --user=mysql
Eksekusi rc.mysqld
root# /etc/rc.d/rc.mysqld start
Kemudian jalankan Secure installation. Disini kita bisa nge-set password mysql, dan settingan lain. Kalo bingung kaya saya, tekan enter aja.
root# mysql_secure_installation

NOTE: RUNNING ALL PARTS OF THIS SCRIPT IS RECOMMENDED FOR ALL MySQL
SERVERS IN PRODUCTION USE!  PLEASE READ EACH STEP CAREFULLY!In order to log into MySQL to secure it, we'll need the current
password for the root user.  If you've just installed MySQL, and
you haven't set the root password yet, the password will be blank,
so you should just press enter here.

Enter current password for root (enter for none):
OK, successfully used password, moving on...

Setting the root password ensures that nobody can log into the MySQL
root user without the proper authorisation.

Set root password? [Y/n] y
New password:
Re-enter new password:
Password updated successfully!
Reloading privilege tables..
... Success!

....................................................................................
....................................................................................
................................dst.................................................
....................................................................................
....................................................................................

Reload privilege tables now? [Y/n]
... Success!

Cleaning up...

All done!  If you've completed all of the above steps, your MySQL
installation should now be secure.

Thanks for using MySQL!

Kita coba login ke MySQL

root# mysql -u root -p
Enter password:
Welcome to the MySQL monitor.  Commands end with ; or \g.
Your MySQL connection id is 8
Server version: 5.1.46-log Source distributionCopyright (c) 2000, 2010, Oracle and/or its affiliates. All rights reserved.
This software comes with ABSOLUTELY NO WARRANTY. This is free software,
and you are welcome to modify and redistribute it under the GPL v2 licenseType 'help;' or '\h' for help. Type '\c' to clear the current input statement.

mysql>


Aktifkan MySQL support di php.ini. Edit file /etc/apache/php.ini, kemudian uncomment (hapus karakter ; ) di baris 810

; To activate MySQL support, uncomment this line :
extension=mysql.so
Restart rc.mysqld untuk mengupdate perubahan (etc/rc.d/rc.mysqld restart)

Install Wordpress
Pertama, kita buat database terlebih dahulu. Login ke MySQL, kemudian buat database, misalnya blogku

mysql> CREATE DATABASE blogku;
Query OK, 1 row affected (0.11 sec)


Ekstrak wordpress ke /var/www/htdocs. Biar lebih gampang, kita ubah permissionya
root# chmod -R 777 /var/www/htdocs/wordpress

Edit wp-config-sample.php kemudian simpan dengan nama wp-config.php


/** The name of the database for WordPress */
define('DB_NAME', 'blogku');

/** MySQL database username */
define('DB_USER', 'root');

/** MySQL database password */
define('DB_PASSWORD', 'your-mysql-password');

/** MySQL hostname */
define('DB_HOST', 'localhost');

Lalu kita buka wordpress di browser


 
Wordpress siap digunakan.
Huff.... selesai. Semoga bermanfaat.

9.27.2010

Saya pernah mencoba men-triple boot OS di PC saya, Zenwalk, Windows XP, dan PCLinuxOS. Tapi PClinuxOS tidak bisa di-boot dari lilo-nya Zenwalk. Penyebanya adalah Zenwalk mendeteksi harddrive sebagai /dev/sdx, sedangkan PCLinuxOS mendeteksi harddrive sebagai /dev/hdx. Masalah yang sama juga terjadi waktu saya ganti PCLinuxOS dengan Slackware.

Kemarin saya coba lagi menginstall Slackware sebagai OS ke 3 setelah Zenwalk dan WinXP. Saya pakai slackware 13.0. Biar bisa booting lewat lilo Zenwalk, saya cari caranya dulu. Googling sebentar lewat HP, saya menemukan 2 cara yang katanya working.

Pertama, dengan menambahkan baris seperti ini di lilo.conf
# Linux bootable partition config begins
  other = /dev/sdb1
  label = Slackware

Tapi saat saya reinstall lilo-nya, error yang saya dapatkan. Saya lupa pesan errornya. Kalo nggak salah, ada tulisan invalid boot signature. Pokoke error lah... O iya, saya install Slackware di drive yang berbeda dengan MBR. Mungkin cara ini lancar jaya kalo partisi Slackware ada di drive yang sama dengan MBR (/dev/sda)

Cara kedua, dengan menambahkan baris ini di lilo.conf
# Linux bootable partition config begins
  image = /boot/vmlinuz
  root = /dev/sdb1
  label = Slackware
  append = "root=/dev/hdb1"

Kemudian saya re-install lilo, lancar.. Nggak ada pesan error. Saatnya reboot, sambil harap-harap cemas. Alhamdulillah, Slackware bisa jalan dengan baik. Rupanya perlu menambahkan parameter append = "root=/dev/hdb1" biar Slackware mau ngeload partisi root (/)-nya.

Kalo parameter append-nya dihapus, lilo tetap bisa di re-install tanpa error. Tapi hasilnya adalah lampu keyboard kedip-kedip menandakan kernel panic saat booting Slackware. Soalnya nggak nyambung, antara informasi yang diberikan Zenwalk dengan informasi yang dipunyai Slackware.

Semoga bermanfaat.

Saya pernah mencoba men-triple boot OS di PC saya, Zenwalk, Windows XP, dan PCLinuxOS. Tapi PClinuxOS tidak bisa di-boot dari lilo-nya Zenwalk. Penyebanya adalah Zenwalk mendeteksi harddrive sebagai /dev/sdx, sedangkan PCLinuxOS mendeteksi harddrive sebagai /dev/hdx. Masalah yang sama juga terjadi waktu saya ganti PCLinuxOS dengan Slackware.

Kemarin saya coba lagi menginstall Slackware sebagai OS ke 3 setelah Zenwalk dan WinXP. Saya pakai slackware 13.0. Biar bisa booting lewat lilo Zenwalk, saya cari caranya dulu. Googling sebentar lewat HP, saya menemukan 2 cara yang katanya working.

Pertama, dengan menambahkan baris seperti ini di lilo.conf
# Linux bootable partition config begins
  other = /dev/sdb1
  label = Slackware

Tapi saat saya reinstall lilo-nya, error yang saya dapatkan. Saya lupa pesan errornya. Kalo nggak salah, ada tulisan invalid boot signature. Pokoke error lah... O iya, saya install Slackware di drive yang berbeda dengan MBR. Mungkin cara ini lancar jaya kalo partisi Slackware ada di drive yang sama dengan MBR (/dev/sda)

Cara kedua, dengan menambahkan baris ini di lilo.conf
# Linux bootable partition config begins
  image = /boot/vmlinuz
  root = /dev/sdb1
  label = Slackware
  append = "root=/dev/hdb1"

Kemudian saya re-install lilo, lancar.. Nggak ada pesan error. Saatnya reboot, sambil harap-harap cemas. Alhamdulillah, Slackware bisa jalan dengan baik. Rupanya perlu menambahkan parameter append = "root=/dev/hdb1" biar Slackware mau ngeload partisi root (/)-nya.

Kalo parameter append-nya dihapus, lilo tetap bisa di re-install tanpa error. Tapi hasilnya adalah lampu keyboard kedip-kedip menandakan kernel panic saat booting Slackware. Soalnya nggak nyambung, antara informasi yang diberikan Zenwalk dengan informasi yang dipunyai Slackware.

Semoga bermanfaat.

9.25.2010

Awalnya iseng saja, karena openbox sudah terinstall sebagai kebutuhan LXDE. Pertama dibuka, jiah... cuma tampil warna abu-abu solid. Kalo diklik kanan muncul menu yang beberapa itemnya nggak berfungsi. Nggak ada taskbar, nggak ada panel, nggak ada icon, apalagi wallpaper. Jadilah penasaran saya. Sibuk deh ngoprek tampilan desktop Zenwalk saya itu supaya tetep keren meskipun cuma pake window manager yang enteng.

Mulailah saya searching, browsing, download, yang kira-kira (menurut artikel hasil browsing) bisa dimanfaatkan untuk custom si openbox. Install ini itu, nyoba ini itu, ngedit-ngedit, error, utak-atik lagi, error lagi, sampai akhirnya beginilah hasilnya... Puas...!! Jadi default session sekarang.



Pengen tahu caranya biar Openbox anda jadi kaya punya saya? Harus pengen.. Begini ringkasannya. Karena saya sudah install LXDE, jadi di Zenwalk saya sudah ada Openbox, Openbox Configuration Manager (obconf), Openbox Menu editor (obmenu), dan LXDE Appearance (lxappearance). Kemudian saya tambah Tint2, wbar, Volwheel, dan Nitrogen. Yang saya sebutkan semuanya ada di repository Zenwalk, di bagian /extra/xap. Kalo mau download, jangan lupa dependensi-nya.

Kalo sudah terinstall semuanya (dan bisa jalan tentunya..), saatnya sedikit konfigurasi. Kita mulai dari taskbar dulu, biar enak kerjanya. Saya pakai Tint2 untuk taskbar. Bisa juga pake pypanel, bmpanel, atau yang lain. Caranya, buka terminal: klik kanan > Terminals > xterm (kayanya cuma xterm yang mau jalan) kemudian ketik tint2. Jangan tutup dulu terminalnya. Muncul taskbar tint2 dengan settingan default. File konfigurasi tint2 (tint2rc) ada di ~/.config/tint2. Saya cuma sedikit mengedit biar taskbar-nya di atas dan sedikit lebih lebar dari default-nya.

Biar lebih enak lagi, kita edit menunya Openbox. Copy dulu menu.xml di /etc/xdg/openbox ke ~/.config/openbox. Bisa langsung diedit pake text editor, atau pake obmenu. Saya pakai dua cara itu. Kalo pake obmenu, jangan mengedit yang sudah ada. Sebaiknya item yang gak berfungsi dihapus, kemudian buat lagi item baru. Nah, di item baru itu, masukkan perintah yang sesuai. Pengalaman saya, kalo ngedit yang sudah ada, item yang nggak berfungsi tetep nggak fungsi. Setelah disimpan, setiap melakukan perubahan, jangan lupa di-reconfigure (klik kanan > System > Reconfigure Openbox)

Biar ada wallpapernya, saya pakai Nitrogen. Buka terminal, ketik nitrogen /direktori/tempat/wallpaper. Pilih wallpaper yang mau dipasang, apply. Terus ganti tema wm lewat Openbox Configuration Manager (obconf). Kalo pengen nambah koleksi tema openbox, cari aja di box-look.org, kemudian ekstrak ke direktori ~/.themes atau /usr/share/themes. Untuk urusan tema GTK dan icon, saya serahkan pada LXDE Appearance (lxappearance).

Tinggal nyetting wbar. Saya sudah pernah bahas wbar sebelumnya. Urusan setting, mudahnya pake wbar Configuration (wbarconf). Tinggal save dan refresh, tampillah wbar di desktop. Satu lagi, volwheel. Volwheel ini buat mempermudah ngatur volume, tinggal scroll pake mouse. Volwheel akan ditampilkan di tray-nya tint2. Untuk menjalankannya cukup pake perintah volwheel di terminal. Selain volwheel, bisa pake obmixer, gvtray, dll.

Terakhir, kita buat tint2, wbar, volwheel, dan nitrogen (tambah yang lain juga boleh) biar autostart waktu buka openbox. Caranya dengan membuat file autostart.sh di ~/.config/openbox. Buka text editor, lalu tulis beberapa baris perintah yang diakhiri dengan & . Jadi yang saya tulis
tint2 &
volwheel &
nitrogen --restore &
wbar -bpress -above-desk -isize 32.0 -zoomf 1.8 -jumpf 1.0 -nanim 4.0 -pos bottom &
Perintah nitrogen --restore maksudnya biar nitrogen menampilkan kembali wallpaper yang saat ini kita pakai. Perintah wbar itu saya copy dari file .wbar. Simpan dengan nama autostart.sh, terus diubah jadi executable (pake chmod +x).

Selesai. Tinggal dicoba apakah autostartnya jalan atau nggak. Kalo error, ya selamat ngoprek...

Awalnya iseng saja, karena openbox sudah terinstall sebagai kebutuhan LXDE. Pertama dibuka, jiah... cuma tampil warna abu-abu solid. Kalo diklik kanan muncul menu yang beberapa itemnya nggak berfungsi. Nggak ada taskbar, nggak ada panel, nggak ada icon, apalagi wallpaper. Jadilah penasaran saya. Sibuk deh ngoprek tampilan desktop Zenwalk saya itu supaya tetep keren meskipun cuma pake window manager yang enteng.

Mulailah saya searching, browsing, download, yang kira-kira (menurut artikel hasil browsing) bisa dimanfaatkan untuk custom si openbox. Install ini itu, nyoba ini itu, ngedit-ngedit, error, utak-atik lagi, error lagi, sampai akhirnya beginilah hasilnya... Puas...!! Jadi default session sekarang.



Pengen tahu caranya biar Openbox anda jadi kaya punya saya? Harus pengen.. Begini ringkasannya. Karena saya sudah install LXDE, jadi di Zenwalk saya sudah ada Openbox, Openbox Configuration Manager (obconf), Openbox Menu editor (obmenu), dan LXDE Appearance (lxappearance). Kemudian saya tambah Tint2, wbar, Volwheel, dan Nitrogen. Yang saya sebutkan semuanya ada di repository Zenwalk, di bagian /extra/xap. Kalo mau download, jangan lupa dependensi-nya.

Kalo sudah terinstall semuanya (dan bisa jalan tentunya..), saatnya sedikit konfigurasi. Kita mulai dari taskbar dulu, biar enak kerjanya. Saya pakai Tint2 untuk taskbar. Bisa juga pake pypanel, bmpanel, atau yang lain. Caranya, buka terminal: klik kanan > Terminals > xterm (kayanya cuma xterm yang mau jalan) kemudian ketik tint2. Jangan tutup dulu terminalnya. Muncul taskbar tint2 dengan settingan default. File konfigurasi tint2 (tint2rc) ada di ~/.config/tint2. Saya cuma sedikit mengedit biar taskbar-nya di atas dan sedikit lebih lebar dari default-nya.

Biar lebih enak lagi, kita edit menunya Openbox. Copy dulu menu.xml di /etc/xdg/openbox ke ~/.config/openbox. Bisa langsung diedit pake text editor, atau pake obmenu. Saya pakai dua cara itu. Kalo pake obmenu, jangan mengedit yang sudah ada. Sebaiknya item yang gak berfungsi dihapus, kemudian buat lagi item baru. Nah, di item baru itu, masukkan perintah yang sesuai. Pengalaman saya, kalo ngedit yang sudah ada, item yang nggak berfungsi tetep nggak fungsi. Setelah disimpan, setiap melakukan perubahan, jangan lupa di-reconfigure (klik kanan > System > Reconfigure Openbox)

Biar ada wallpapernya, saya pakai Nitrogen. Buka terminal, ketik nitrogen /direktori/tempat/wallpaper. Pilih wallpaper yang mau dipasang, apply. Terus ganti tema wm lewat Openbox Configuration Manager (obconf). Kalo pengen nambah koleksi tema openbox, cari aja di box-look.org, kemudian ekstrak ke direktori ~/.themes atau /usr/share/themes. Untuk urusan tema GTK dan icon, saya serahkan pada LXDE Appearance (lxappearance).

Tinggal nyetting wbar. Saya sudah pernah bahas wbar sebelumnya. Urusan setting, mudahnya pake wbar Configuration (wbarconf). Tinggal save dan refresh, tampillah wbar di desktop. Satu lagi, volwheel. Volwheel ini buat mempermudah ngatur volume, tinggal scroll pake mouse. Volwheel akan ditampilkan di tray-nya tint2. Untuk menjalankannya cukup pake perintah volwheel di terminal. Selain volwheel, bisa pake obmixer, gvtray, dll.

Terakhir, kita buat tint2, wbar, volwheel, dan nitrogen (tambah yang lain juga boleh) biar autostart waktu buka openbox. Caranya dengan membuat file autostart.sh di ~/.config/openbox. Buka text editor, lalu tulis beberapa baris perintah yang diakhiri dengan & . Jadi yang saya tulis
tint2 &
volwheel &
nitrogen --restore &
wbar -bpress -above-desk -isize 32.0 -zoomf 1.8 -jumpf 1.0 -nanim 4.0 -pos bottom &
Perintah nitrogen --restore maksudnya biar nitrogen menampilkan kembali wallpaper yang saat ini kita pakai. Perintah wbar itu saya copy dari file .wbar. Simpan dengan nama autostart.sh, terus diubah jadi executable (pake chmod +x).

Selesai. Tinggal dicoba apakah autostartnya jalan atau nggak. Kalo error, ya selamat ngoprek...

9.23.2010


Lagi iseng browse package database-nya Zenwalk, saya nemu aplikasi yang keren dan sangat berguna. Namanya Klavaro. Ini aplikasi yang cocok buat anda (dan saya) yang cuma bisa ngetik 11 jari (10 jari tangan tambah 1 jari kaki kali ya... :D ), tapi pengen bisa ngetik 10 jari.

Ya, Klavaro adalah software untuk Typing Tutor, untuk belajar mengetik 10 jari secara cepat dan tepat. Dibuat oleh Felipe Castro dan Petr Machata, dengan lisensi GNU GPL v3. Mendukung beberapa layout Keyboard dan beberapa bahasa. Sayangnya belum ada bahasa Indonesia :(


Di menu utamanya, kita bisa menemukan 5 menu, mulai dari Introduction sampai Fluidity. Menu-menu ini akan mengajari kita secara bertahap dari basic sampai mahir. Menu introduction akan mengenalkan kita yang pemula bagaimana cara memencet tombol keyboard, jari mana yang digunakan untuk memencet suatu tombol. Kemudian ada 5 step untuk mulai melatih satu per satu jari kita.


Mulai menu Basic course, kita diberi semacam game. Diawali dengan yang sederhana, cuma mencet F, J dan spasi yang diulang-ulang secara random. Buat saya, cuma mencet 3 tombol itu aja rasanya susah tanpa melakukan kesalahan.. :D Sampai menu terakhir, Fluidity, kita ditantang mengetikkan teks yang kompleks beberapa paragraf. Ada progress report-nya juga untuk mengetahui perkembangan kemampuan mengetik kita.

Anda yang memakai Zenwalk, bisa download di sini. Jangan lupa dicek dependensi-nya. Yang lain cari di repo masing-masing distro ya.. Atau bisa cari paket atau source code-nya di klavaro.sourceforge.net/. Buat windows dan MacOSX juga ada. Nanti kalau sudah pinter ngetik 'kan bisa buka usaha pengetikan.. v^^
Salam


Lagi iseng browse package database-nya Zenwalk, saya nemu aplikasi yang keren dan sangat berguna. Namanya Klavaro. Ini aplikasi yang cocok buat anda (dan saya) yang cuma bisa ngetik 11 jari (10 jari tangan tambah 1 jari kaki kali ya... :D ), tapi pengen bisa ngetik 10 jari.

Ya, Klavaro adalah software untuk Typing Tutor, untuk belajar mengetik 10 jari secara cepat dan tepat. Dibuat oleh Felipe Castro dan Petr Machata, dengan lisensi GNU GPL v3. Mendukung beberapa layout Keyboard dan beberapa bahasa. Sayangnya belum ada bahasa Indonesia :(


Di menu utamanya, kita bisa menemukan 5 menu, mulai dari Introduction sampai Fluidity. Menu-menu ini akan mengajari kita secara bertahap dari basic sampai mahir. Menu introduction akan mengenalkan kita yang pemula bagaimana cara memencet tombol keyboard, jari mana yang digunakan untuk memencet suatu tombol. Kemudian ada 5 step untuk mulai melatih satu per satu jari kita.


Mulai menu Basic course, kita diberi semacam game. Diawali dengan yang sederhana, cuma mencet F, J dan spasi yang diulang-ulang secara random. Buat saya, cuma mencet 3 tombol itu aja rasanya susah tanpa melakukan kesalahan.. :D Sampai menu terakhir, Fluidity, kita ditantang mengetikkan teks yang kompleks beberapa paragraf. Ada progress report-nya juga untuk mengetahui perkembangan kemampuan mengetik kita.

Anda yang memakai Zenwalk, bisa download di sini. Jangan lupa dicek dependensi-nya. Yang lain cari di repo masing-masing distro ya.. Atau bisa cari paket atau source code-nya di klavaro.sourceforge.net/. Buat windows dan MacOSX juga ada. Nanti kalau sudah pinter ngetik 'kan bisa buka usaha pengetikan.. v^^
Salam

9.03.2010

Ceritanya saya pengen mencoba Zenwalk Gnome yang baru saya download beberapa hari kemarin. Tapi saya males burning CD, eman-eman CD blank-nya... Mau bikin usb bootable,, wong komputer saya gak bisa boot dari usb... Kemudian saya teringat dengan tutorial yang pernah saya baca di Kaskus, booting iso live CD di HDD via GRUB2. Saya coba-coba sesuaikan dengan LILO. Dan hasilnya, capek... :D

Karena gagal, saya putuskan untuk mencari tutorial yang lain, yang menggunakan LILO. Beberapa artikel saya dapatkan. Kesimpulan saya, butuh satu partisi harddisk lagi untuk bisa mengikuti tutorial-tutorial tersebut. Padahal kapasitas HDD saya terbatas. Tapi nggak pa-pa, yang penting dapet ilmunya.

Akhirnya saya putuskan untuk install dari flashdisk. Bagaimana caranya?

Kita bisa memanfaatkan CD instalasi Zenwalk yang lama. Sebenarnya cara ini cuma memanfaatkan menu instalasinya saja. Saya masih punya versi 6.0, 6.2, dan yang terbaru, 6.4. Terserah mau pakai yang mana, Slackware juga bisa.

Berarti yang kita perlukan untuk memulai cara ini adalah file ISO Zenwalk Gnome di flashdisk (atau bisa juga di harddisk), dan CD instalasi Zenwalk yang lama.

Pertama, boot CD Zenwalk yang kita punya. Setelah masuk menu instalasi, pilih Exit. Lho kok exit..? Udah deh,, ikut aja... Setelah exit, kita masuk mode CLI.

Bikin mountpoint untuk flashdisk (atau HDD) dan mountpoint untuk ISO image (yang ini jangan di /mnt). Misalnya kita bikin /fdd untuk flashdisk dan /iso untuk ISO

# mkdir /fdd
# mkdir /iso


Kemudian mount flashdisk ke /fdd. Flashdisk saya terdeteksi sebagai /dev/sdc, kalo anda nyoba tutorial ini, jangan lupa disesuaikan. Rumusnya mount -t [tipe filesystem] /dev/sdx [mountpoint]

# mount -t vfat /dev/sdc /fdd


O iya, kalo anda nyoba dari HDD, jangan pake NTFS. Nggak bisa dimuat. Pake FAT atau ext aja.

Sekarang mount file ISO-nya ke /iso

# mount -o loop /fdd/zenwalk-gnome-6.4.iso /iso -t iso9660


Sekarang kita kembali ke menu instalasinya

# setup


Kemudian kita lakukan langkah-langkah instalasi yang dibutuhkan seperti biasa, sampai pada step memilih install from CD atau Pre-mounted directory. Pilih pre-mounted directory, kemudian isikan mountpoint file ISO tadi (dalam kasus ini: /iso).

Kalo instalasi berjalan, berarti kita sudah berhasil. Berhasil... Berhasil... :-P

Bagaimana kalo nggak punya CDROM, atau nggak punya CD Zenwalk/ Slackware-family lainnya..? Kita bisa manfaatkan LILO atau grub. Syaratnya kita sudah punya OS Linux terinstall. Prinsipnya, siapkan satu partisi, mount file ISO, kopi isi file ISO (yang sudah di-mount) ke partisi tersebut (isinya lho ya,, bukan ISO-nya), kemudian edit lilo.conf biar bisa nge-load partisi itu. Kira kira ditambah seperti ini

image = /kernel/bzImage
root = /dev/sdx
label = Zenwalk
initrd = /isolinux/initrd.img
read-only


Biar lebih shohih dan jelas, tanya sama ustadz Google aja ya. Soalnya saya juga belum coba.

Semoga bermanfaat...

Ceritanya saya pengen mencoba Zenwalk Gnome yang baru saya download beberapa hari kemarin. Tapi saya males burning CD, eman-eman CD blank-nya... Mau bikin usb bootable,, wong komputer saya gak bisa boot dari usb... Kemudian saya teringat dengan tutorial yang pernah saya baca di Kaskus, booting iso live CD di HDD via GRUB2. Saya coba-coba sesuaikan dengan LILO. Dan hasilnya, capek... :D

Karena gagal, saya putuskan untuk mencari tutorial yang lain, yang menggunakan LILO. Beberapa artikel saya dapatkan. Kesimpulan saya, butuh satu partisi harddisk lagi untuk bisa mengikuti tutorial-tutorial tersebut. Padahal kapasitas HDD saya terbatas. Tapi nggak pa-pa, yang penting dapet ilmunya.

Akhirnya saya putuskan untuk install dari flashdisk. Bagaimana caranya?

Kita bisa memanfaatkan CD instalasi Zenwalk yang lama. Sebenarnya cara ini cuma memanfaatkan menu instalasinya saja. Saya masih punya versi 6.0, 6.2, dan yang terbaru, 6.4. Terserah mau pakai yang mana, Slackware juga bisa.

Berarti yang kita perlukan untuk memulai cara ini adalah file ISO Zenwalk Gnome di flashdisk (atau bisa juga di harddisk), dan CD instalasi Zenwalk yang lama.

Pertama, boot CD Zenwalk yang kita punya. Setelah masuk menu instalasi, pilih Exit. Lho kok exit..? Udah deh,, ikut aja... Setelah exit, kita masuk mode CLI.

Bikin mountpoint untuk flashdisk (atau HDD) dan mountpoint untuk ISO image (yang ini jangan di /mnt). Misalnya kita bikin /fdd untuk flashdisk dan /iso untuk ISO

# mkdir /fdd
# mkdir /iso


Kemudian mount flashdisk ke /fdd. Flashdisk saya terdeteksi sebagai /dev/sdc, kalo anda nyoba tutorial ini, jangan lupa disesuaikan. Rumusnya mount -t [tipe filesystem] /dev/sdx [mountpoint]

# mount -t vfat /dev/sdc /fdd


O iya, kalo anda nyoba dari HDD, jangan pake NTFS. Nggak bisa dimuat. Pake FAT atau ext aja.

Sekarang mount file ISO-nya ke /iso

# mount -o loop /fdd/zenwalk-gnome-6.4.iso /iso -t iso9660


Sekarang kita kembali ke menu instalasinya

# setup


Kemudian kita lakukan langkah-langkah instalasi yang dibutuhkan seperti biasa, sampai pada step memilih install from CD atau Pre-mounted directory. Pilih pre-mounted directory, kemudian isikan mountpoint file ISO tadi (dalam kasus ini: /iso).

Kalo instalasi berjalan, berarti kita sudah berhasil. Berhasil... Berhasil... :-P

Bagaimana kalo nggak punya CDROM, atau nggak punya CD Zenwalk/ Slackware-family lainnya..? Kita bisa manfaatkan LILO atau grub. Syaratnya kita sudah punya OS Linux terinstall. Prinsipnya, siapkan satu partisi, mount file ISO, kopi isi file ISO (yang sudah di-mount) ke partisi tersebut (isinya lho ya,, bukan ISO-nya), kemudian edit lilo.conf biar bisa nge-load partisi itu. Kira kira ditambah seperti ini

image = /kernel/bzImage
root = /dev/sdx
label = Zenwalk
initrd = /isolinux/initrd.img
read-only


Biar lebih shohih dan jelas, tanya sama ustadz Google aja ya. Soalnya saya juga belum coba.

Semoga bermanfaat...

8.19.2010


Zekr merupakan software Al-Quran digital. Font Quran-nya bagus dan jelas terbaca. Jadi cukup nyaman kalo mau tilawah. Ada terjemah bahasa Indonesia-nya pula. Sayangnya tidak sekalian menyertakan tafsir. Mungkin karena terlalu banyak referensi kali ya...

Zekr juga bisa 'membacakan' Al-Quran untuk kita, dengan memakai recitation baik online maupun offline. Kalo online, jelas butuh koneksi internet yang bagus (kalo pengen lancar...). Kita juga bisa download recitation (dalam bentuk mp3) supaya bisa 'dibacakan' secara offline.


Zekr ini aplikasi crossplatform, tersedia versi Linux/Unix, Windows, dan Mac. Kita bisa mendapatkannya secara gratis dengan mengunjungi website-nya. Atau kalo pake linux, bisa dicari di repositori masing-masing distro (siapa tahu ada...). Kalo anda memakai Zenwalk, silakan cari di repo, pasti gak ketemu...! :D




Untuk menginstall Zekr di Zenwalk, kita butuh source-nya Zekr, Java Runtime Environment (JRE), dan Xulrunner. O iya, Zekr butuh JRE meskipun di windows atau Mac. JRE di Zenwalk 6.4 secara default belum tersedia. Kalo ini cari aja di repo. Xulrunner bisa didownload di sini. Mestinya kita bisa pake firefox, thunderbird, atau seamonkey ketimbang download xulrunner. Zenwalk pake Icecat (sebelumnya pake Iceweasel), bukan firefox, tapi kayanya kok sama aja. Tapi saya sering gagal kalo nggak pake xulrunner.

Oke, berikut ini yang perlu kita lakukan

Pertama, install Xulrunner. Ekstrak source Xulrunner, terserah mau di mana. Rekomendasinya mozilla (seperti biasa) di /opt. Kemudian masuk ke direktori xulrunner, dan ketik xulrunner --register-global (untuk semua user, harus root) atau xulrunner --register-user (untuk satu user saja).

Kedua, ekstrak Zekr. Kalo saya, sekalian di /opt. Kemudian edit file zekr.sh pake text editor. Ganti yang ini

export MOZILLA_FIVE_HOME=/usr/lib/firefox

menjadi

export MOZILLA_FIVE_HOME=/opt/xulrunner

(ganti /opt sesuai path tempat anda mengekstrak Xulrunner)

dan yang ini

JAVA_CMD=java

jadi

JAVA_CMD=/usr/lib/java/bin/java

Diantara dua itu, dari if sampai fi, dihapus aja.

Kemudian coba jalankan. Bismillahirrahmanirrahiim.... Di terminal, tulis ./zekr.sh Kalo lancar, tinggal kita buat desktop shortcutnya. Kalo error, coba cari referensi lain ya... v^^


Zekr merupakan software Al-Quran digital. Font Quran-nya bagus dan jelas terbaca. Jadi cukup nyaman kalo mau tilawah. Ada terjemah bahasa Indonesia-nya pula. Sayangnya tidak sekalian menyertakan tafsir. Mungkin karena terlalu banyak referensi kali ya...

Zekr juga bisa 'membacakan' Al-Quran untuk kita, dengan memakai recitation baik online maupun offline. Kalo online, jelas butuh koneksi internet yang bagus (kalo pengen lancar...). Kita juga bisa download recitation (dalam bentuk mp3) supaya bisa 'dibacakan' secara offline.


Zekr ini aplikasi crossplatform, tersedia versi Linux/Unix, Windows, dan Mac. Kita bisa mendapatkannya secara gratis dengan mengunjungi website-nya. Atau kalo pake linux, bisa dicari di repositori masing-masing distro (siapa tahu ada...). Kalo anda memakai Zenwalk, silakan cari di repo, pasti gak ketemu...! :D




Untuk menginstall Zekr di Zenwalk, kita butuh source-nya Zekr, Java Runtime Environment (JRE), dan Xulrunner. O iya, Zekr butuh JRE meskipun di windows atau Mac. JRE di Zenwalk 6.4 secara default belum tersedia. Kalo ini cari aja di repo. Xulrunner bisa didownload di sini. Mestinya kita bisa pake firefox, thunderbird, atau seamonkey ketimbang download xulrunner. Zenwalk pake Icecat (sebelumnya pake Iceweasel), bukan firefox, tapi kayanya kok sama aja. Tapi saya sering gagal kalo nggak pake xulrunner.

Oke, berikut ini yang perlu kita lakukan

Pertama, install Xulrunner. Ekstrak source Xulrunner, terserah mau di mana. Rekomendasinya mozilla (seperti biasa) di /opt. Kemudian masuk ke direktori xulrunner, dan ketik xulrunner --register-global (untuk semua user, harus root) atau xulrunner --register-user (untuk satu user saja).

Kedua, ekstrak Zekr. Kalo saya, sekalian di /opt. Kemudian edit file zekr.sh pake text editor. Ganti yang ini

export MOZILLA_FIVE_HOME=/usr/lib/firefox

menjadi

export MOZILLA_FIVE_HOME=/opt/xulrunner

(ganti /opt sesuai path tempat anda mengekstrak Xulrunner)

dan yang ini

JAVA_CMD=java

jadi

JAVA_CMD=/usr/lib/java/bin/java

Diantara dua itu, dari if sampai fi, dihapus aja.

Kemudian coba jalankan. Bismillahirrahmanirrahiim.... Di terminal, tulis ./zekr.sh Kalo lancar, tinggal kita buat desktop shortcutnya. Kalo error, coba cari referensi lain ya... v^^

7.19.2010


Serious Samurize atau singkatnya Samurize adalah salah satu software monitoring yang free. Fungsinya untuk menampilkan informasi system yang sedang bekerja pada komputer kita secara realtime dalam bentuk grafis di desktop kita. Kita bisa melihat aktivitas CPU load, RAM yang dipakai, kapasitas HDD, dan masih banyak lagi.

Software semacam ini yang cukup populer adalah Rainmeter. Cuma, di komputer saya, Rainmeter berat..! Di Linux, Samurize mirip dengan Conky.

Aplikasi ini relatif ringan untuk komputer saya. Samurize cuma menggunakan 5-6 MB memory RAM. Tergantung yang ditampilkan juga sih...

Yang saya suka dari Samurize adalah Config tool. Kita bisa membuat sendiri tema atau istilahnya config yang mau ditampilkan di desktop kita dengan mudah. Config toolini sifatnya WYSIWYG (what you see is what you get). Jadi saya gak perlu pusing dengan kode-kode yang tidak saya pahami.

Dengan sedikit kretivitas, kita bisa membuat desktop komputer kita lebih menarik. Contohnya seperti punya saya ini

Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic

Yang tertarik dengan software ini bisa mendownloadnya di sini. Bagaimana caranya membuat config? Silakan dipelajari sendiri ya... Gampang kok. Atau main ke sini aja :D


Serious Samurize atau singkatnya Samurize adalah salah satu software monitoring yang free. Fungsinya untuk menampilkan informasi system yang sedang bekerja pada komputer kita secara realtime dalam bentuk grafis di desktop kita. Kita bisa melihat aktivitas CPU load, RAM yang dipakai, kapasitas HDD, dan masih banyak lagi.

Software semacam ini yang cukup populer adalah Rainmeter. Cuma, di komputer saya, Rainmeter berat..! Di Linux, Samurize mirip dengan Conky.

Aplikasi ini relatif ringan untuk komputer saya. Samurize cuma menggunakan 5-6 MB memory RAM. Tergantung yang ditampilkan juga sih...

Yang saya suka dari Samurize adalah Config tool. Kita bisa membuat sendiri tema atau istilahnya config yang mau ditampilkan di desktop kita dengan mudah. Config toolini sifatnya WYSIWYG (what you see is what you get). Jadi saya gak perlu pusing dengan kode-kode yang tidak saya pahami.

Dengan sedikit kretivitas, kita bisa membuat desktop komputer kita lebih menarik. Contohnya seperti punya saya ini

Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic

Yang tertarik dengan software ini bisa mendownloadnya di sini. Bagaimana caranya membuat config? Silakan dipelajari sendiri ya... Gampang kok. Atau main ke sini aja :D

7.16.2010



Alhamdulillah... Saya punya keponakan baru... Kembar! Ini putra pertama (dan kedua) Mbak Husna, kakak saya yang sulung. Lahir tanggal 17 Juni 2010, dan diberi nama Alfan + Alfin Mudrika Najwan. Entah apa arti nama itu... :D



Alhamdulillah... Saya punya keponakan baru... Kembar! Ini putra pertama (dan kedua) Mbak Husna, kakak saya yang sulung. Lahir tanggal 17 Juni 2010, dan diberi nama Alfan + Alfin Mudrika Najwan. Entah apa arti nama itu... :D

7.01.2010

Adobe Image Ready mungkin jadi pilihan paling populer untuk bikin animasi .GIF. Nah, bagaimana dengan pengguna Freeware? Pemakai Linux?
Kita bisa pake GIMP (GNU Image Manipulation Program). Yup... Software open source padanan Photoshop ini bisa bikin animasi GIF. Emmm... tulisan ini pernah saya tulis di thread sebuah forum terbesar di Indonesia (kalo ada yang pernah baca, gak usah protes ye...). Ada 2 alternatif yang bisa kita gunakan
a. Dengan plug-in GAP (Gimp Animation Package)
b. Tanpa plug-in
Plugin GAP merupakan plugin tambahan buat GIMP untuk membuat animasi GIF yang lebih advance. Menurut saya cukup rumit membuat animasi dengan plugin ini, apalagi untuk pemula.
Membuat animasi GIF tanpa plugin pun bisa. Konsepnya sederhana, buat 2 layer atau lebih, kemudian simpan dengan ekstensi *.gif sebagai animasi (nanti ada pilihan Save as Animation). Atau kita manfaatkan Script-Fu yang ada di menu Filter > Animations (GIMP versi 2.6.x)
Berikut ini saya buat tutorial membuat animasi 2 gambar atau lebih tampil bergantian, seperti berikut ini
1. Siapkan gambar yang mau dipasang, foto sendiri, tokoh idola, atau apapun lah... yang penting lebih dari 1 gambar
2. Buat New image (File > New), set ukurannya (kalo mau digunakan jadi avatar maksimal 100x100 px)
3. Buka gambar-gambar yang sudah disiapkan => File > Open as Layers > pilih gambar
4. Sesuaikan ukuran layer dengan ukuran background image (yang kita bikin pertama kali itu lho...) Bisa pake Layer > Scale Layer, atau di-crop, dipotong pake selection tool, dst
5. Setelah menyesuaikan ukuran layer, delete atau sembunyikan background image-nya (sudah gak dibutuhkan)
6. Filters > Animation > Optimize (for GIF) => biar ukuran file-nya lebih kecil (ukuran besarnya file, bukan ukuran gambar). Nanti muncul jendela baru
7. Kalo pengen preview => Filters > Animation > Playback
 
8. Terlalu cepat? Ubah fps-nya. Klik kanan Layer > Edit layer attributes atau klik layer 2 kali, lalu ubah tulisan 100ms menjadi 1000ms (1 detik) atau terserah mau kita
9. Simpan dengan ekstensi *.gif
Pada jendela export file, pilih Save as Animation, klik Export
Akan muncul jendela lagi, dan perhatikan bagian Delay between frames when unspecified
Kalo tadi belum diubah fps-nya, kita bisa set kecepatannya dari situ dan check (contreng) Use delay entered above..dst...
Selamat mencoba...
Kita juga bisa membuat yang seperti ini dengan GIMP

Adobe Image Ready mungkin jadi pilihan paling populer untuk bikin animasi .GIF. Nah, bagaimana dengan pengguna Freeware? Pemakai Linux?
Kita bisa pake GIMP (GNU Image Manipulation Program). Yup... Software open source padanan Photoshop ini bisa bikin animasi GIF. Emmm... tulisan ini pernah saya tulis di thread sebuah forum terbesar di Indonesia (kalo ada yang pernah baca, gak usah protes ye...). Ada 2 alternatif yang bisa kita gunakan
a. Dengan plug-in GAP (Gimp Animation Package)
b. Tanpa plug-in
Plugin GAP merupakan plugin tambahan buat GIMP untuk membuat animasi GIF yang lebih advance. Menurut saya cukup rumit membuat animasi dengan plugin ini, apalagi untuk pemula.
Membuat animasi GIF tanpa plugin pun bisa. Konsepnya sederhana, buat 2 layer atau lebih, kemudian simpan dengan ekstensi *.gif sebagai animasi (nanti ada pilihan Save as Animation). Atau kita manfaatkan Script-Fu yang ada di menu Filter > Animations (GIMP versi 2.6.x)
Berikut ini saya buat tutorial membuat animasi 2 gambar atau lebih tampil bergantian, seperti berikut ini
1. Siapkan gambar yang mau dipasang, foto sendiri, tokoh idola, atau apapun lah... yang penting lebih dari 1 gambar
2. Buat New image (File > New), set ukurannya (kalo mau digunakan jadi avatar maksimal 100x100 px)
3. Buka gambar-gambar yang sudah disiapkan => File > Open as Layers > pilih gambar
4. Sesuaikan ukuran layer dengan ukuran background image (yang kita bikin pertama kali itu lho...) Bisa pake Layer > Scale Layer, atau di-crop, dipotong pake selection tool, dst
5. Setelah menyesuaikan ukuran layer, delete atau sembunyikan background image-nya (sudah gak dibutuhkan)
6. Filters > Animation > Optimize (for GIF) => biar ukuran file-nya lebih kecil (ukuran besarnya file, bukan ukuran gambar). Nanti muncul jendela baru
7. Kalo pengen preview => Filters > Animation > Playback
 
8. Terlalu cepat? Ubah fps-nya. Klik kanan Layer > Edit layer attributes atau klik layer 2 kali, lalu ubah tulisan 100ms menjadi 1000ms (1 detik) atau terserah mau kita
9. Simpan dengan ekstensi *.gif
Pada jendela export file, pilih Save as Animation, klik Export
Akan muncul jendela lagi, dan perhatikan bagian Delay between frames when unspecified
Kalo tadi belum diubah fps-nya, kita bisa set kecepatannya dari situ dan check (contreng) Use delay entered above..dst...
Selamat mencoba...
Kita juga bisa membuat yang seperti ini dengan GIMP

3.24.2010

Semakin banyak software yang dikembangkan untuk linux. Sebagian software telah dibundel dalam sebuah distro. Kalau masih kurang, biasanya sebuah distro menyediakan repository berisi paket-paket siap install. Misalnya repository tidak menyediakan yang kita butuhkan, tinggal cari source code-nya dan compile sendiri.

Nah, bagaimana caranya meng-install software di Linux? Berikut ini saya tuliskan cara install software untuk distro Zenwalk.

A. Menginstall Package .t*z
Dulu, untuk menginstall sebuah software ke dalam sistem operasi Linux bisa dibilang sangat sulit. Kita harus mengkompilasi dari source codenya agar software tersebut terinstall. Lalu muncullah paket *.rpm (Redhat Package Manager) kreasi distro RedHat dan *.deb milik distro Debian. Kemunculan paket-paket ini menawarkan kemudahan bagi pemula Linux untuk menginstall sebuah software.

Untuk distro Slackware dan turunannya termasuk zenwalk, dibuatlah paket *.tgz dengan pkgtool-nya. Sekarang dengan adanya teknologi kompresi yang lebih baik, paket ini berkembang variannya. Ada paket *.txz dan *.tlz. Dengan paket ini, Slackware yang terkenal sebagai Linux-nya pengguna advance jadi lebih bersahabat untuk pengguna pemula.

Yang saya suka dari paket ini, yang mungkin orang lain malah tidak suka, adalah tidak terlalu meributkan dependensi seperti paket debian. Meskipun dependensinya belum ada, software tetap dapat terinstall meskipun tidak bisa dijalankan. Begitu dependensi terpenuhi, software langsung bisa digunakan tanpa harus mengulang instalasi.

Ada beberapa cara untuk menginstall software yang dikemas dalam paket .t*z ini, khususnya untuk Zenwalk

1. Via thunar
Di zenwalk, Thunar (file manager-nya XFCE) telah ditambahi script installpkg sehingga user bisa dengan mudah menginstall package .t*z dengan cara Klik kanan package(s) > Install


Nanti akan ditanya password root, tunggu beberapa saat dan aplikasi yang anda butuhkan telah terinstall

2. Via terminal
Sebagai root, masukkan perintah installpkg nama_package.t*z
atau installpkg * untuk install lebih dari satu package
$ su
Password:
# installpkg nama_package.t*z
# installpkg *


Bisa juga dengan pkgtool. Di terminal, masukkan perintah pkgtool (harus punya akses root). Akan muncul penampakan seperti ini

Image and video hosting by TinyPic


Jika posisi root sedang mengakses folder yang berisi paket .t*z, langsung pilih Current. Kemudian akan muncul kaya gini

Image and video hosting by TinyPic


Kalo nggak sedang mengakses direktori berisi paket, pilih Other. Kemudian masukkan lokasi direktori yang sesuai. Nanti muncul juga yang sama persis dengan di atas.

B. Compile Source Code

Meskipun lebih susah, tapi sebagian user, terutama yang advance, lebih suka compile source code ketimbang install package yang sudah jadi. Ada 3 langkah umum yang menurut saya perlu dilakukan
1. Ekstrak source code
2. Baca manual instalasi (RTFM)
3. Compile sesuai petunjuk instalasi

Kebanyakan source code yang saya tahu, dicompile (pake GCC) dengan 3 jurus sakti
./configure
make
make install


Tapi ada juga yang pake cara lain misalnya pake Qtmake, Cmake, dll.
Install menggunakan Cmake
Catatan: tidak semua paket tarball (.tar.gz atau .tar.bz2) merupakan source code yang perlu dicompile, misalnya Mozilla Firefox, XAMPP Linux, Zekr, dsb

C. Install via Netpkg
Netpkg fungsinya mirip dengan Synaptic di keluarga Debian. Kalo anda punya koneksi internet (apalagi kalo cepat), Netpkg akan sangat memudahkan kita. Sayangnya saya gak punya koneksi internet jadi gak bisa bikin penjelasan tentang ini.



Bagaimana cara uninstall-nya? Oke, berikut ini caranya, menyesuaikan dengan yang sudah saya tulis di atas.

1. Dari paket .t*z
Buka terminal, kemudian tuliskan perintah removepkg nama_paket. Misalnya mau me-remove inkscape, perintahnya

# removepkg inkscape

Tapi kadang-kadang nama paketnya harus spesifik, misalnya untuk library-library yang banyak itu. Nah, kalo butuh nama yang spesifik, bisa dicari di /var/log/packages

Atau manfaatkan saja pkgtool. Di terminal, jalankan perintah pkgtool. Kemudian pilih Remove. Penampakannya seperti ini

Image and video hosting by TinyPic


Daftar package yang sudah terinstall akan ditampilkan. Pencet tombol spasi untuk memilih paket yang ingin diremove. Selesai memilih, pencet Enter.

2. Dari Source code
Syaratnya, source code yang sudah dikompilasi belum dihapus. Caranya masuk ke direktori tempat source code, kemudian jalankan (via terminal) perintah

# make uninstall

3. Via netpkg
Netpkg, meskipun tujuan kita cuma untuk uninstall, tetap butuh koneksi internet untuk me-load repository yang kita gunakan. Setelah membuka Netpkg, pilih dari daftar paket yang sudah terinstall (centang Installed pada kotak Filters), kemudian klik tombol remove/uninstall (ikon trash).

Bagaimana? Mudah kan? Semoga bermanfaat.

Semakin banyak software yang dikembangkan untuk linux. Sebagian software telah dibundel dalam sebuah distro. Kalau masih kurang, biasanya sebuah distro menyediakan repository berisi paket-paket siap install. Misalnya repository tidak menyediakan yang kita butuhkan, tinggal cari source code-nya dan compile sendiri.

Nah, bagaimana caranya meng-install software di Linux? Berikut ini saya tuliskan cara install software untuk distro Zenwalk.

A. Menginstall Package .t*z
Dulu, untuk menginstall sebuah software ke dalam sistem operasi Linux bisa dibilang sangat sulit. Kita harus mengkompilasi dari source codenya agar software tersebut terinstall. Lalu muncullah paket *.rpm (Redhat Package Manager) kreasi distro RedHat dan *.deb milik distro Debian. Kemunculan paket-paket ini menawarkan kemudahan bagi pemula Linux untuk menginstall sebuah software.

Untuk distro Slackware dan turunannya termasuk zenwalk, dibuatlah paket *.tgz dengan pkgtool-nya. Sekarang dengan adanya teknologi kompresi yang lebih baik, paket ini berkembang variannya. Ada paket *.txz dan *.tlz. Dengan paket ini, Slackware yang terkenal sebagai Linux-nya pengguna advance jadi lebih bersahabat untuk pengguna pemula.

Yang saya suka dari paket ini, yang mungkin orang lain malah tidak suka, adalah tidak terlalu meributkan dependensi seperti paket debian. Meskipun dependensinya belum ada, software tetap dapat terinstall meskipun tidak bisa dijalankan. Begitu dependensi terpenuhi, software langsung bisa digunakan tanpa harus mengulang instalasi.

Ada beberapa cara untuk menginstall software yang dikemas dalam paket .t*z ini, khususnya untuk Zenwalk

1. Via thunar
Di zenwalk, Thunar (file manager-nya XFCE) telah ditambahi script installpkg sehingga user bisa dengan mudah menginstall package .t*z dengan cara Klik kanan package(s) > Install


Nanti akan ditanya password root, tunggu beberapa saat dan aplikasi yang anda butuhkan telah terinstall

2. Via terminal
Sebagai root, masukkan perintah installpkg nama_package.t*z
atau installpkg * untuk install lebih dari satu package
$ su
Password:
# installpkg nama_package.t*z
# installpkg *


Bisa juga dengan pkgtool. Di terminal, masukkan perintah pkgtool (harus punya akses root). Akan muncul penampakan seperti ini

Image and video hosting by TinyPic


Jika posisi root sedang mengakses folder yang berisi paket .t*z, langsung pilih Current. Kemudian akan muncul kaya gini

Image and video hosting by TinyPic


Kalo nggak sedang mengakses direktori berisi paket, pilih Other. Kemudian masukkan lokasi direktori yang sesuai. Nanti muncul juga yang sama persis dengan di atas.

B. Compile Source Code

Meskipun lebih susah, tapi sebagian user, terutama yang advance, lebih suka compile source code ketimbang install package yang sudah jadi. Ada 3 langkah umum yang menurut saya perlu dilakukan
1. Ekstrak source code
2. Baca manual instalasi (RTFM)
3. Compile sesuai petunjuk instalasi

Kebanyakan source code yang saya tahu, dicompile (pake GCC) dengan 3 jurus sakti
./configure
make
make install


Tapi ada juga yang pake cara lain misalnya pake Qtmake, Cmake, dll.
Install menggunakan Cmake
Catatan: tidak semua paket tarball (.tar.gz atau .tar.bz2) merupakan source code yang perlu dicompile, misalnya Mozilla Firefox, XAMPP Linux, Zekr, dsb

C. Install via Netpkg
Netpkg fungsinya mirip dengan Synaptic di keluarga Debian. Kalo anda punya koneksi internet (apalagi kalo cepat), Netpkg akan sangat memudahkan kita. Sayangnya saya gak punya koneksi internet jadi gak bisa bikin penjelasan tentang ini.



Bagaimana cara uninstall-nya? Oke, berikut ini caranya, menyesuaikan dengan yang sudah saya tulis di atas.

1. Dari paket .t*z
Buka terminal, kemudian tuliskan perintah removepkg nama_paket. Misalnya mau me-remove inkscape, perintahnya

# removepkg inkscape

Tapi kadang-kadang nama paketnya harus spesifik, misalnya untuk library-library yang banyak itu. Nah, kalo butuh nama yang spesifik, bisa dicari di /var/log/packages

Atau manfaatkan saja pkgtool. Di terminal, jalankan perintah pkgtool. Kemudian pilih Remove. Penampakannya seperti ini

Image and video hosting by TinyPic


Daftar package yang sudah terinstall akan ditampilkan. Pencet tombol spasi untuk memilih paket yang ingin diremove. Selesai memilih, pencet Enter.

2. Dari Source code
Syaratnya, source code yang sudah dikompilasi belum dihapus. Caranya masuk ke direktori tempat source code, kemudian jalankan (via terminal) perintah

# make uninstall

3. Via netpkg
Netpkg, meskipun tujuan kita cuma untuk uninstall, tetap butuh koneksi internet untuk me-load repository yang kita gunakan. Setelah membuka Netpkg, pilih dari daftar paket yang sudah terinstall (centang Installed pada kotak Filters), kemudian klik tombol remove/uninstall (ikon trash).

Bagaimana? Mudah kan? Semoga bermanfaat.

1.16.2010

Kadang-kadang saya tidak bisa menemukan paket zenwalk (.tgz, .txz, atau .tlz) untuk aplikasi yang saya mau. Kalau lagi kaya gini (dan males download sourcenya dan compile sendiri) saya biasanya nyari paket *.rpm. Paket .rpm memang cukup melimpah dan gampang dicari. Dan di Zenwalk sudah disediakan tools untuk convert *.rpm menjadi *.tgz, rpm2tgz namanya.

Nah, baru-baru ini saya menemukan sesuatu yang menarik dari artikel di sini, Hei.. hei.., deb2tgz..!! Yup, convert paket debian (*.deb) ke *.tgz.

Paket debian juga banyak tersedia di internet. Mungkin popularitas ubuntu jadi salah satu faktornya. Dan pengguna zenwalk (atau keluarga slackware lain) bisa memanfaatkan paket *.deb ini dengan mengkonversinya menjadi paket *.tgz. Tidak perlu menginstall macem-macem (kaya alien), cukup dengan meng-copy paste script berikut ini ke text editor dan disimpan dengan nama deb2tgz.

#!/bin/bash

#Perform some checks
if [ $UID != 0 ]; then
echo "You need to be root"
exit 1
fi

case $1 in
'-h'|'--help'|'')
echo \ "Usage: $0 [deb package]"
exit
;;
*)
;;
esac

if [ ! $(echo $1 | grep \.deb$) ]; then
echo "incorrect filetype"
exit 1
fi

#Set variables
DEB=$1
DIR=$(echo $1 | sed -e 's/\.deb//' -e 's/_/-/g')

#Remove directory if it already exists
if [ -e $DIR ]; then
rm -rf $DIR
fi

#make dir and copy deb into it
mkdir $DIR
cp $DEB $DIR

#change into dir, extract deb and remove garbage
cd $DIR
ar x $DEB
rm $DEB
rm debian-binary

#extract data
tar xf data.tar.gz
rm data.tar.gz

#extract control files, find NAME and DEPS and then remove them
mkdir DEBIAN
tar xf control.tar.gz -C DEBIAN/
rm control.tar.gz
NAME=$(cat DEBIAN/control | awk '/Package:/ {print $2}')
DEPS=$(cat DEBIAN/control | grep ^Depends | sed 's/, /\n/g' | awk '!/Depends/{print $1}' | sed 's/$/,/g')
rm -rf DEBIAN

#Create slack-desc
mkdir install
cat <<"EOF" Write the slack-desc file following all the normal conventions. On the first line put the name of the software and a short description. Skip the second line and put a longer description on lines 3-11. Don't type beyond the ruler, simply press enter to go to the next line. When you are done simply put EOF and press enter, that line will not be included

|-----handy-ruler------------------------------------------------------|
EOF

CTR=0 while [ "$DESCRIPTION" != "EOF" ]; do let "CTR += 1" echo -n "> "
if [ "$CTR" == "2" ]; then
echo "$NAME:" >> install/slack-desc
echo ""
continue
fi
read DESCRIPTION
echo "$NAME: $DESCRIPTION" >> install/slack-desc
done
sed '/EOF/d' -i install/slack-desc

while [ "$CTR" -le "11" ]; do
echo "$NAME:" >> install/slack-desc
let "CTR += 1"
done

#Remove target package if it already exists
if [ -e ../$DIR.tgz]; then
rm -rf ../$DIR.tgz
fi

#Make package
makepkg -l y -c n ../$DIR.tgz
cd ..

#Create .dep files
echo "Finding Dependencies..."
requiredbuilder -z $DIR.tgz > $NAME-requiredbuilder.dep
echo $DEPS | sed -e 's/,$//' -e 's/ //g' > $NAME-debcontrol.dep


Setelah itu, file deb2tgz tadi dibuat executable

# chmod +x deb2tgz


Warning!! Hasil konversinya masih dipertanyakan (bisa dipakai atau tidak). Tapi sepertinya tidak ada jeleknya kita coba install. Toh kita bisa dengan mudah membuang paket hasil convert yang kita install itu dengan command removepkg.

Sekarang tinggal test aja. Cara makenya
# deb2tgz nama_paket.deb

Ketika berjalan, kita akan diminta memasukkan nama output (terserah), deskripsi paket (terserah juga) ditutup dengan EOF, lalu tekan enter. Tunggu beberapa saat. Outputnya berupa 1 file *.tgz, 2 file .dep, dan 1 direktori yang isinya sama dengan isi *.tgz



Saya sudah mencobanya. Bisa dilihat di screenshot. Sebagai bahan percobaan, saya gunakan paket xulrunner dari CD instalasi Xubuntu 8.10 alternate. Xulrunner ini saya butuhkan agar aplikasi Zekr (Quran Digital) bisa berjalan. Dan hasilnya sama baik ketika saya memakai source xulrunner dari mozilla (dengan terlebih dulu me-removepkg xulrunner hasil convert ini)

Semoga bermanfaat

Referensi: http://wiki.zenwalk.org/index.php?title=Deb2tgz

Kadang-kadang saya tidak bisa menemukan paket zenwalk (.tgz, .txz, atau .tlz) untuk aplikasi yang saya mau. Kalau lagi kaya gini (dan males download sourcenya dan compile sendiri) saya biasanya nyari paket *.rpm. Paket .rpm memang cukup melimpah dan gampang dicari. Dan di Zenwalk sudah disediakan tools untuk convert *.rpm menjadi *.tgz, rpm2tgz namanya.

Nah, baru-baru ini saya menemukan sesuatu yang menarik dari artikel di sini, Hei.. hei.., deb2tgz..!! Yup, convert paket debian (*.deb) ke *.tgz.

Paket debian juga banyak tersedia di internet. Mungkin popularitas ubuntu jadi salah satu faktornya. Dan pengguna zenwalk (atau keluarga slackware lain) bisa memanfaatkan paket *.deb ini dengan mengkonversinya menjadi paket *.tgz. Tidak perlu menginstall macem-macem (kaya alien), cukup dengan meng-copy paste script berikut ini ke text editor dan disimpan dengan nama deb2tgz.

#!/bin/bash

#Perform some checks
if [ $UID != 0 ]; then
echo "You need to be root"
exit 1
fi

case $1 in
'-h'|'--help'|'')
echo \ "Usage: $0 [deb package]"
exit
;;
*)
;;
esac

if [ ! $(echo $1 | grep \.deb$) ]; then
echo "incorrect filetype"
exit 1
fi

#Set variables
DEB=$1
DIR=$(echo $1 | sed -e 's/\.deb//' -e 's/_/-/g')

#Remove directory if it already exists
if [ -e $DIR ]; then
rm -rf $DIR
fi

#make dir and copy deb into it
mkdir $DIR
cp $DEB $DIR

#change into dir, extract deb and remove garbage
cd $DIR
ar x $DEB
rm $DEB
rm debian-binary

#extract data
tar xf data.tar.gz
rm data.tar.gz

#extract control files, find NAME and DEPS and then remove them
mkdir DEBIAN
tar xf control.tar.gz -C DEBIAN/
rm control.tar.gz
NAME=$(cat DEBIAN/control | awk '/Package:/ {print $2}')
DEPS=$(cat DEBIAN/control | grep ^Depends | sed 's/, /\n/g' | awk '!/Depends/{print $1}' | sed 's/$/,/g')
rm -rf DEBIAN

#Create slack-desc
mkdir install
cat <<"EOF" Write the slack-desc file following all the normal conventions. On the first line put the name of the software and a short description. Skip the second line and put a longer description on lines 3-11. Don't type beyond the ruler, simply press enter to go to the next line. When you are done simply put EOF and press enter, that line will not be included

|-----handy-ruler------------------------------------------------------|
EOF

CTR=0 while [ "$DESCRIPTION" != "EOF" ]; do let "CTR += 1" echo -n "> "
if [ "$CTR" == "2" ]; then
echo "$NAME:" >> install/slack-desc
echo ""
continue
fi
read DESCRIPTION
echo "$NAME: $DESCRIPTION" >> install/slack-desc
done
sed '/EOF/d' -i install/slack-desc

while [ "$CTR" -le "11" ]; do
echo "$NAME:" >> install/slack-desc
let "CTR += 1"
done

#Remove target package if it already exists
if [ -e ../$DIR.tgz]; then
rm -rf ../$DIR.tgz
fi

#Make package
makepkg -l y -c n ../$DIR.tgz
cd ..

#Create .dep files
echo "Finding Dependencies..."
requiredbuilder -z $DIR.tgz > $NAME-requiredbuilder.dep
echo $DEPS | sed -e 's/,$//' -e 's/ //g' > $NAME-debcontrol.dep


Setelah itu, file deb2tgz tadi dibuat executable

# chmod +x deb2tgz


Warning!! Hasil konversinya masih dipertanyakan (bisa dipakai atau tidak). Tapi sepertinya tidak ada jeleknya kita coba install. Toh kita bisa dengan mudah membuang paket hasil convert yang kita install itu dengan command removepkg.

Sekarang tinggal test aja. Cara makenya
# deb2tgz nama_paket.deb

Ketika berjalan, kita akan diminta memasukkan nama output (terserah), deskripsi paket (terserah juga) ditutup dengan EOF, lalu tekan enter. Tunggu beberapa saat. Outputnya berupa 1 file *.tgz, 2 file .dep, dan 1 direktori yang isinya sama dengan isi *.tgz



Saya sudah mencobanya. Bisa dilihat di screenshot. Sebagai bahan percobaan, saya gunakan paket xulrunner dari CD instalasi Xubuntu 8.10 alternate. Xulrunner ini saya butuhkan agar aplikasi Zekr (Quran Digital) bisa berjalan. Dan hasilnya sama baik ketika saya memakai source xulrunner dari mozilla (dengan terlebih dulu me-removepkg xulrunner hasil convert ini)

Semoga bermanfaat

Referensi: http://wiki.zenwalk.org/index.php?title=Deb2tgz

1.14.2010

Akhirnya saya bisa memanfaatkan Enlightment DR17 (E17) buat desktop, setelah sedikit 'memaksa' xorg.conf menampilkan resolusi yang saya mau. He..he.. Habisnya, konfigurasi default dari Zenwalk di komputer saya (xorg.conf-vesa) tidak bersahabat dengan E17 ini.

Pamer screenshots dulu ah....


Sebelumnya saya pernah mem-posting artikel tentang window manager enlightenment DR16 (E16). E17 ini adalah kelanjutan project e16, yang nampaknya bakal mengarah menjadi desktop environment. Berbagai fitur layaknya DE disediakan di E17 ini. Memang belum selengkap lainnya, tapi project ini masih terus berkembang. Bahasa mereka, Under Heavy Development. Dan yang saya gunakan ini tentu saja belum stable.

Yang membuat saya kesengsem dengan E17 ini adalah keindahan grafisnya yang aduhai tapi luar biasa ringan. Keren banget pokoknya. Dan nampaknya, kelak E17 akan menjadi pilihan utama distro-distro lightweight. Hmm.. kita tunggu saja.




Kalau anda memakai Zenwalk, anda bisa mendownload E17 di http://packages.zenwalk.org/?b=/extra/e&zversion=current. Cukup download e17_base, e17_libs, dan imlib2, dan E17 sudah bisa kita gunakan. Paket lainnya sebenarnya opsional, tapi cukup penting juga agar E17 lebih keren. O ya, jangan lupa sekalian download gnome-menus untuk memunculkan menu applications di start menu E17 ini. Kecuali kalau anda memakai KDE. KDE menu bisa menggantikan gnome-menus tadi.

Artikel ini mungkin bisa lebih membantu kalau anda memang tertarik menginstall Enlightenment DR17 yang keren ini.

Akhirnya saya bisa memanfaatkan Enlightment DR17 (E17) buat desktop, setelah sedikit 'memaksa' xorg.conf menampilkan resolusi yang saya mau. He..he.. Habisnya, konfigurasi default dari Zenwalk di komputer saya (xorg.conf-vesa) tidak bersahabat dengan E17 ini.

Pamer screenshots dulu ah....


Sebelumnya saya pernah mem-posting artikel tentang window manager enlightenment DR16 (E16). E17 ini adalah kelanjutan project e16, yang nampaknya bakal mengarah menjadi desktop environment. Berbagai fitur layaknya DE disediakan di E17 ini. Memang belum selengkap lainnya, tapi project ini masih terus berkembang. Bahasa mereka, Under Heavy Development. Dan yang saya gunakan ini tentu saja belum stable.

Yang membuat saya kesengsem dengan E17 ini adalah keindahan grafisnya yang aduhai tapi luar biasa ringan. Keren banget pokoknya. Dan nampaknya, kelak E17 akan menjadi pilihan utama distro-distro lightweight. Hmm.. kita tunggu saja.




Kalau anda memakai Zenwalk, anda bisa mendownload E17 di http://packages.zenwalk.org/?b=/extra/e&zversion=current. Cukup download e17_base, e17_libs, dan imlib2, dan E17 sudah bisa kita gunakan. Paket lainnya sebenarnya opsional, tapi cukup penting juga agar E17 lebih keren. O ya, jangan lupa sekalian download gnome-menus untuk memunculkan menu applications di start menu E17 ini. Kecuali kalau anda memakai KDE. KDE menu bisa menggantikan gnome-menus tadi.

Artikel ini mungkin bisa lebih membantu kalau anda memang tertarik menginstall Enlightenment DR17 yang keren ini.