Blog biasa dari orang biasa
Tampilkan postingan dengan label Tutorial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tutorial. Tampilkan semua postingan

10.22.2010

Sebelumnya saya sudah mem-posting cara membuat animasi GIF menggunakan GIMP + GAP. Sekarang kita akan coba membuat animasi GIF lewat terminal (konsol).

Membuat animasi gif via terminal? Bagaimana caranya? Di Linux, ada software pemutar video bernama MPlayer. Yang saya maksud disini adalah MPlayer tanpa GUI, bukan gMPlayer atau lainnya. Ada juga software bernama ImageMagick. ImageMagick punya tools yang bernama convert. MPlayer dan Convert inilah yang akan kita gunakan untuk membuat animasi GIF.

Membuat animasi GIF dengan MPlayer
Buka terminal, terus masukkan perintah seperti ini
mplayer -ao null -ss 0:00:01 -endpos 5 -loop 0 video_file
Perintah ini untuk preview videonya
-ss untuk menentukan awal frame,
-endpos untuk menentukan akhir frame (n detik setelah awal frame)
-loop untuk menentukan berapa kali preview ditampilkan (0 = forever)

Saya mencoba perintah seperti berikut untuk mem-preview yang ma saya buat
mplayer -ao null -ss 0:11:25 -endpos 1.5 -loop 3 /home/user/Video/Gundam_00_-_23.mp4

Kalo sudah puas dengan preview yang ditampilkan, masukkan perintah seperti berikut (disesuaikan ya...)
mplayer -ao null -ss 0:11:25 -endpos 1.5 /home/user/Video/Gundam_00_-_23.mp4 -vo gif89a:fps=25:output=nama_file.gif -aspect 16/9 -vf scale=-2:100
-vo gif89a menunjukkan file outputnya nanti berupa GIF

Dan jadilah animasi GIF kita dari sebuah video


Membuat animasi .GIF dengan 'convert'
Siapkan saja beberapa gambar, misalnya kita punya beberapa gambar *.jpg. Kemudian buka terminal, masuk ke diektori gambar, masukkan perintah seperti ini
convert -resize 200 -delay 5 *.jpg -loop 0 animasi.gif
-resize digunakan kalo kita pengen mengubah ukuran width dari gambar (dalam pixel)

Bisa juga dikombinasikan dengan MPlayer. MPlayer-nya kta manfaatkan untuk mengekstrak frame dari file video.
mplayer -ao null -ss 0:00:30 -endpos 2 /lokasi/file/video -vo jpeg:outdir=/lokasi/output
-vo jpeg bearti outputnya .jpg

Hasilnya seperti ini


Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Referensi
http://psyklops.blogspot.com/2009/11/creating-animated-gifs-with-mplayer.html
http://www.almondjosephmendoza.com/2010/03/create-animated-gif-from-movie-on.html

Sebelumnya saya sudah mem-posting cara membuat animasi GIF menggunakan GIMP + GAP. Sekarang kita akan coba membuat animasi GIF lewat terminal (konsol).

Membuat animasi gif via terminal? Bagaimana caranya? Di Linux, ada software pemutar video bernama MPlayer. Yang saya maksud disini adalah MPlayer tanpa GUI, bukan gMPlayer atau lainnya. Ada juga software bernama ImageMagick. ImageMagick punya tools yang bernama convert. MPlayer dan Convert inilah yang akan kita gunakan untuk membuat animasi GIF.

Membuat animasi GIF dengan MPlayer
Buka terminal, terus masukkan perintah seperti ini
mplayer -ao null -ss 0:00:01 -endpos 5 -loop 0 video_file
Perintah ini untuk preview videonya
-ss untuk menentukan awal frame,
-endpos untuk menentukan akhir frame (n detik setelah awal frame)
-loop untuk menentukan berapa kali preview ditampilkan (0 = forever)

Saya mencoba perintah seperti berikut untuk mem-preview yang ma saya buat
mplayer -ao null -ss 0:11:25 -endpos 1.5 -loop 3 /home/user/Video/Gundam_00_-_23.mp4

Kalo sudah puas dengan preview yang ditampilkan, masukkan perintah seperti berikut (disesuaikan ya...)
mplayer -ao null -ss 0:11:25 -endpos 1.5 /home/user/Video/Gundam_00_-_23.mp4 -vo gif89a:fps=25:output=nama_file.gif -aspect 16/9 -vf scale=-2:100
-vo gif89a menunjukkan file outputnya nanti berupa GIF

Dan jadilah animasi GIF kita dari sebuah video


Membuat animasi .GIF dengan 'convert'
Siapkan saja beberapa gambar, misalnya kita punya beberapa gambar *.jpg. Kemudian buka terminal, masuk ke diektori gambar, masukkan perintah seperti ini
convert -resize 200 -delay 5 *.jpg -loop 0 animasi.gif
-resize digunakan kalo kita pengen mengubah ukuran width dari gambar (dalam pixel)

Bisa juga dikombinasikan dengan MPlayer. MPlayer-nya kta manfaatkan untuk mengekstrak frame dari file video.
mplayer -ao null -ss 0:00:30 -endpos 2 /lokasi/file/video -vo jpeg:outdir=/lokasi/output
-vo jpeg bearti outputnya .jpg

Hasilnya seperti ini


Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Referensi
http://psyklops.blogspot.com/2009/11/creating-animated-gifs-with-mplayer.html
http://www.almondjosephmendoza.com/2010/03/create-animated-gif-from-movie-on.html

10.05.2010

Mau bikin animasi GIF dari video/ clip? Nggak perlu nyari software bajakan...! Cukup pake software open source dan gratis, GIMP plus GIMP Animation Package (GAP). Yup, dengan GIMP animation package, kita bisa membuat animasi gif dari video favorit kita. Bagaimana caranya?


1. Klik Video > Split Video into frames > Extract Videorange

2. Buka file video yang mau kita buat GIF


3. Biar lebih enak, klik video range, di sebelahnya nanti muncul kaya gini


plus kotak dialog ini


4. Tentukan awal frame dan frame terakhir

5. Kita lihat lagi yang di kiri


6. OK

7. Kalo mau me-resize ukuran, klik Image > Scale Image


8. Save dengan ekstensi .gif, atau di-optimize dulu biar ukuran file-nya lebih kecil

Mau bikin animasi GIF dari video/ clip? Nggak perlu nyari software bajakan...! Cukup pake software open source dan gratis, GIMP plus GIMP Animation Package (GAP). Yup, dengan GIMP animation package, kita bisa membuat animasi gif dari video favorit kita. Bagaimana caranya?


1. Klik Video > Split Video into frames > Extract Videorange

2. Buka file video yang mau kita buat GIF


3. Biar lebih enak, klik video range, di sebelahnya nanti muncul kaya gini


plus kotak dialog ini


4. Tentukan awal frame dan frame terakhir

5. Kita lihat lagi yang di kiri


6. OK

7. Kalo mau me-resize ukuran, klik Image > Scale Image


8. Save dengan ekstensi .gif, atau di-optimize dulu biar ukuran file-nya lebih kecil

LAMP di artikel ini bukan LAMPP-nya Apache-friends (atau biasa dikenal dengan XAMPP Linux). Apache, MySQL, dan PHP, yang dibutuhkan untuk webserver, secara native jalan di Linux. Maka ada baiknya mempelajari cara install-nya, bukan dengan yang instan macam XAMPP.

Tidak seperti Slackware, Zenwalk tidak menyertakan LAMP di CD instalasinya. Maka kita perlu download dulu paket-paketnya, apache, libmcrypt (dependensinya apache), mysql, php. Kemudian install semua paket tersebut.

Konfigurasi Apache (httpd)
Setelah terinstall, kita buat file /etc/rc.d/rc.httpd menjadi executable.
root# chmod +x /etc/rc.d/rc.httpd
Kemudian jalankan service httpd
root# /etc/rc.d/rc.httpd start
O iya, di Zenwalk 6.4, biar bisa dieksekusi kita perlu bikin symlink untuk libgmp
root# ln -s /usr/lib/libgmp.so.10.0.1 /usr/lib/libgmp.so.3
Kita buka localhost atau 127.0.0.1 di browser. Kalo ada tulisan It Works! berarti apache sudah berjalan.



Konfigurasi httpd.conf
Biar bisa menggunakan PHP, kita edit file /etc/apache/httpd.conf. Pada baris terakhir, uncomment (hapus #) untuk meng-enable PHP

include /etc/apache/mod_php.conf
Kemudian tambahkan index.php di DirectoryIndex (baris ke 227)

DirectoryIndex index.php index.html

Konfigurasi MySQL
Kita buat rc.mysqld executable
chmod +x /etc/rc.d/rc.mysqld
Kemudian install database MySQL
root# mysql_install_db --user=mysql
Eksekusi rc.mysqld
root# /etc/rc.d/rc.mysqld start
Kemudian jalankan Secure installation. Disini kita bisa nge-set password mysql, dan settingan lain. Kalo bingung kaya saya, tekan enter aja.
root# mysql_secure_installation

NOTE: RUNNING ALL PARTS OF THIS SCRIPT IS RECOMMENDED FOR ALL MySQL
SERVERS IN PRODUCTION USE!  PLEASE READ EACH STEP CAREFULLY!In order to log into MySQL to secure it, we'll need the current
password for the root user.  If you've just installed MySQL, and
you haven't set the root password yet, the password will be blank,
so you should just press enter here.

Enter current password for root (enter for none):
OK, successfully used password, moving on...

Setting the root password ensures that nobody can log into the MySQL
root user without the proper authorisation.

Set root password? [Y/n] y
New password:
Re-enter new password:
Password updated successfully!
Reloading privilege tables..
... Success!

....................................................................................
....................................................................................
................................dst.................................................
....................................................................................
....................................................................................

Reload privilege tables now? [Y/n]
... Success!

Cleaning up...

All done!  If you've completed all of the above steps, your MySQL
installation should now be secure.

Thanks for using MySQL!

Kita coba login ke MySQL

root# mysql -u root -p
Enter password:
Welcome to the MySQL monitor.  Commands end with ; or \g.
Your MySQL connection id is 8
Server version: 5.1.46-log Source distributionCopyright (c) 2000, 2010, Oracle and/or its affiliates. All rights reserved.
This software comes with ABSOLUTELY NO WARRANTY. This is free software,
and you are welcome to modify and redistribute it under the GPL v2 licenseType 'help;' or '\h' for help. Type '\c' to clear the current input statement.

mysql>


Aktifkan MySQL support di php.ini. Edit file /etc/apache/php.ini, kemudian uncomment (hapus karakter ; ) di baris 810

; To activate MySQL support, uncomment this line :
extension=mysql.so
Restart rc.mysqld untuk mengupdate perubahan (etc/rc.d/rc.mysqld restart)

Install Wordpress
Pertama, kita buat database terlebih dahulu. Login ke MySQL, kemudian buat database, misalnya blogku

mysql> CREATE DATABASE blogku;
Query OK, 1 row affected (0.11 sec)


Ekstrak wordpress ke /var/www/htdocs. Biar lebih gampang, kita ubah permissionya
root# chmod -R 777 /var/www/htdocs/wordpress

Edit wp-config-sample.php kemudian simpan dengan nama wp-config.php


/** The name of the database for WordPress */
define('DB_NAME', 'blogku');

/** MySQL database username */
define('DB_USER', 'root');

/** MySQL database password */
define('DB_PASSWORD', 'your-mysql-password');

/** MySQL hostname */
define('DB_HOST', 'localhost');

Lalu kita buka wordpress di browser


 
Wordpress siap digunakan.
Huff.... selesai. Semoga bermanfaat.

LAMP di artikel ini bukan LAMPP-nya Apache-friends (atau biasa dikenal dengan XAMPP Linux). Apache, MySQL, dan PHP, yang dibutuhkan untuk webserver, secara native jalan di Linux. Maka ada baiknya mempelajari cara install-nya, bukan dengan yang instan macam XAMPP.

Tidak seperti Slackware, Zenwalk tidak menyertakan LAMP di CD instalasinya. Maka kita perlu download dulu paket-paketnya, apache, libmcrypt (dependensinya apache), mysql, php. Kemudian install semua paket tersebut.

Konfigurasi Apache (httpd)
Setelah terinstall, kita buat file /etc/rc.d/rc.httpd menjadi executable.
root# chmod +x /etc/rc.d/rc.httpd
Kemudian jalankan service httpd
root# /etc/rc.d/rc.httpd start
O iya, di Zenwalk 6.4, biar bisa dieksekusi kita perlu bikin symlink untuk libgmp
root# ln -s /usr/lib/libgmp.so.10.0.1 /usr/lib/libgmp.so.3
Kita buka localhost atau 127.0.0.1 di browser. Kalo ada tulisan It Works! berarti apache sudah berjalan.



Konfigurasi httpd.conf
Biar bisa menggunakan PHP, kita edit file /etc/apache/httpd.conf. Pada baris terakhir, uncomment (hapus #) untuk meng-enable PHP

include /etc/apache/mod_php.conf
Kemudian tambahkan index.php di DirectoryIndex (baris ke 227)

DirectoryIndex index.php index.html

Konfigurasi MySQL
Kita buat rc.mysqld executable
chmod +x /etc/rc.d/rc.mysqld
Kemudian install database MySQL
root# mysql_install_db --user=mysql
Eksekusi rc.mysqld
root# /etc/rc.d/rc.mysqld start
Kemudian jalankan Secure installation. Disini kita bisa nge-set password mysql, dan settingan lain. Kalo bingung kaya saya, tekan enter aja.
root# mysql_secure_installation

NOTE: RUNNING ALL PARTS OF THIS SCRIPT IS RECOMMENDED FOR ALL MySQL
SERVERS IN PRODUCTION USE!  PLEASE READ EACH STEP CAREFULLY!In order to log into MySQL to secure it, we'll need the current
password for the root user.  If you've just installed MySQL, and
you haven't set the root password yet, the password will be blank,
so you should just press enter here.

Enter current password for root (enter for none):
OK, successfully used password, moving on...

Setting the root password ensures that nobody can log into the MySQL
root user without the proper authorisation.

Set root password? [Y/n] y
New password:
Re-enter new password:
Password updated successfully!
Reloading privilege tables..
... Success!

....................................................................................
....................................................................................
................................dst.................................................
....................................................................................
....................................................................................

Reload privilege tables now? [Y/n]
... Success!

Cleaning up...

All done!  If you've completed all of the above steps, your MySQL
installation should now be secure.

Thanks for using MySQL!

Kita coba login ke MySQL

root# mysql -u root -p
Enter password:
Welcome to the MySQL monitor.  Commands end with ; or \g.
Your MySQL connection id is 8
Server version: 5.1.46-log Source distributionCopyright (c) 2000, 2010, Oracle and/or its affiliates. All rights reserved.
This software comes with ABSOLUTELY NO WARRANTY. This is free software,
and you are welcome to modify and redistribute it under the GPL v2 licenseType 'help;' or '\h' for help. Type '\c' to clear the current input statement.

mysql>


Aktifkan MySQL support di php.ini. Edit file /etc/apache/php.ini, kemudian uncomment (hapus karakter ; ) di baris 810

; To activate MySQL support, uncomment this line :
extension=mysql.so
Restart rc.mysqld untuk mengupdate perubahan (etc/rc.d/rc.mysqld restart)

Install Wordpress
Pertama, kita buat database terlebih dahulu. Login ke MySQL, kemudian buat database, misalnya blogku

mysql> CREATE DATABASE blogku;
Query OK, 1 row affected (0.11 sec)


Ekstrak wordpress ke /var/www/htdocs. Biar lebih gampang, kita ubah permissionya
root# chmod -R 777 /var/www/htdocs/wordpress

Edit wp-config-sample.php kemudian simpan dengan nama wp-config.php


/** The name of the database for WordPress */
define('DB_NAME', 'blogku');

/** MySQL database username */
define('DB_USER', 'root');

/** MySQL database password */
define('DB_PASSWORD', 'your-mysql-password');

/** MySQL hostname */
define('DB_HOST', 'localhost');

Lalu kita buka wordpress di browser


 
Wordpress siap digunakan.
Huff.... selesai. Semoga bermanfaat.

9.25.2010

Awalnya iseng saja, karena openbox sudah terinstall sebagai kebutuhan LXDE. Pertama dibuka, jiah... cuma tampil warna abu-abu solid. Kalo diklik kanan muncul menu yang beberapa itemnya nggak berfungsi. Nggak ada taskbar, nggak ada panel, nggak ada icon, apalagi wallpaper. Jadilah penasaran saya. Sibuk deh ngoprek tampilan desktop Zenwalk saya itu supaya tetep keren meskipun cuma pake window manager yang enteng.

Mulailah saya searching, browsing, download, yang kira-kira (menurut artikel hasil browsing) bisa dimanfaatkan untuk custom si openbox. Install ini itu, nyoba ini itu, ngedit-ngedit, error, utak-atik lagi, error lagi, sampai akhirnya beginilah hasilnya... Puas...!! Jadi default session sekarang.



Pengen tahu caranya biar Openbox anda jadi kaya punya saya? Harus pengen.. Begini ringkasannya. Karena saya sudah install LXDE, jadi di Zenwalk saya sudah ada Openbox, Openbox Configuration Manager (obconf), Openbox Menu editor (obmenu), dan LXDE Appearance (lxappearance). Kemudian saya tambah Tint2, wbar, Volwheel, dan Nitrogen. Yang saya sebutkan semuanya ada di repository Zenwalk, di bagian /extra/xap. Kalo mau download, jangan lupa dependensi-nya.

Kalo sudah terinstall semuanya (dan bisa jalan tentunya..), saatnya sedikit konfigurasi. Kita mulai dari taskbar dulu, biar enak kerjanya. Saya pakai Tint2 untuk taskbar. Bisa juga pake pypanel, bmpanel, atau yang lain. Caranya, buka terminal: klik kanan > Terminals > xterm (kayanya cuma xterm yang mau jalan) kemudian ketik tint2. Jangan tutup dulu terminalnya. Muncul taskbar tint2 dengan settingan default. File konfigurasi tint2 (tint2rc) ada di ~/.config/tint2. Saya cuma sedikit mengedit biar taskbar-nya di atas dan sedikit lebih lebar dari default-nya.

Biar lebih enak lagi, kita edit menunya Openbox. Copy dulu menu.xml di /etc/xdg/openbox ke ~/.config/openbox. Bisa langsung diedit pake text editor, atau pake obmenu. Saya pakai dua cara itu. Kalo pake obmenu, jangan mengedit yang sudah ada. Sebaiknya item yang gak berfungsi dihapus, kemudian buat lagi item baru. Nah, di item baru itu, masukkan perintah yang sesuai. Pengalaman saya, kalo ngedit yang sudah ada, item yang nggak berfungsi tetep nggak fungsi. Setelah disimpan, setiap melakukan perubahan, jangan lupa di-reconfigure (klik kanan > System > Reconfigure Openbox)

Biar ada wallpapernya, saya pakai Nitrogen. Buka terminal, ketik nitrogen /direktori/tempat/wallpaper. Pilih wallpaper yang mau dipasang, apply. Terus ganti tema wm lewat Openbox Configuration Manager (obconf). Kalo pengen nambah koleksi tema openbox, cari aja di box-look.org, kemudian ekstrak ke direktori ~/.themes atau /usr/share/themes. Untuk urusan tema GTK dan icon, saya serahkan pada LXDE Appearance (lxappearance).

Tinggal nyetting wbar. Saya sudah pernah bahas wbar sebelumnya. Urusan setting, mudahnya pake wbar Configuration (wbarconf). Tinggal save dan refresh, tampillah wbar di desktop. Satu lagi, volwheel. Volwheel ini buat mempermudah ngatur volume, tinggal scroll pake mouse. Volwheel akan ditampilkan di tray-nya tint2. Untuk menjalankannya cukup pake perintah volwheel di terminal. Selain volwheel, bisa pake obmixer, gvtray, dll.

Terakhir, kita buat tint2, wbar, volwheel, dan nitrogen (tambah yang lain juga boleh) biar autostart waktu buka openbox. Caranya dengan membuat file autostart.sh di ~/.config/openbox. Buka text editor, lalu tulis beberapa baris perintah yang diakhiri dengan & . Jadi yang saya tulis
tint2 &
volwheel &
nitrogen --restore &
wbar -bpress -above-desk -isize 32.0 -zoomf 1.8 -jumpf 1.0 -nanim 4.0 -pos bottom &
Perintah nitrogen --restore maksudnya biar nitrogen menampilkan kembali wallpaper yang saat ini kita pakai. Perintah wbar itu saya copy dari file .wbar. Simpan dengan nama autostart.sh, terus diubah jadi executable (pake chmod +x).

Selesai. Tinggal dicoba apakah autostartnya jalan atau nggak. Kalo error, ya selamat ngoprek...

Awalnya iseng saja, karena openbox sudah terinstall sebagai kebutuhan LXDE. Pertama dibuka, jiah... cuma tampil warna abu-abu solid. Kalo diklik kanan muncul menu yang beberapa itemnya nggak berfungsi. Nggak ada taskbar, nggak ada panel, nggak ada icon, apalagi wallpaper. Jadilah penasaran saya. Sibuk deh ngoprek tampilan desktop Zenwalk saya itu supaya tetep keren meskipun cuma pake window manager yang enteng.

Mulailah saya searching, browsing, download, yang kira-kira (menurut artikel hasil browsing) bisa dimanfaatkan untuk custom si openbox. Install ini itu, nyoba ini itu, ngedit-ngedit, error, utak-atik lagi, error lagi, sampai akhirnya beginilah hasilnya... Puas...!! Jadi default session sekarang.



Pengen tahu caranya biar Openbox anda jadi kaya punya saya? Harus pengen.. Begini ringkasannya. Karena saya sudah install LXDE, jadi di Zenwalk saya sudah ada Openbox, Openbox Configuration Manager (obconf), Openbox Menu editor (obmenu), dan LXDE Appearance (lxappearance). Kemudian saya tambah Tint2, wbar, Volwheel, dan Nitrogen. Yang saya sebutkan semuanya ada di repository Zenwalk, di bagian /extra/xap. Kalo mau download, jangan lupa dependensi-nya.

Kalo sudah terinstall semuanya (dan bisa jalan tentunya..), saatnya sedikit konfigurasi. Kita mulai dari taskbar dulu, biar enak kerjanya. Saya pakai Tint2 untuk taskbar. Bisa juga pake pypanel, bmpanel, atau yang lain. Caranya, buka terminal: klik kanan > Terminals > xterm (kayanya cuma xterm yang mau jalan) kemudian ketik tint2. Jangan tutup dulu terminalnya. Muncul taskbar tint2 dengan settingan default. File konfigurasi tint2 (tint2rc) ada di ~/.config/tint2. Saya cuma sedikit mengedit biar taskbar-nya di atas dan sedikit lebih lebar dari default-nya.

Biar lebih enak lagi, kita edit menunya Openbox. Copy dulu menu.xml di /etc/xdg/openbox ke ~/.config/openbox. Bisa langsung diedit pake text editor, atau pake obmenu. Saya pakai dua cara itu. Kalo pake obmenu, jangan mengedit yang sudah ada. Sebaiknya item yang gak berfungsi dihapus, kemudian buat lagi item baru. Nah, di item baru itu, masukkan perintah yang sesuai. Pengalaman saya, kalo ngedit yang sudah ada, item yang nggak berfungsi tetep nggak fungsi. Setelah disimpan, setiap melakukan perubahan, jangan lupa di-reconfigure (klik kanan > System > Reconfigure Openbox)

Biar ada wallpapernya, saya pakai Nitrogen. Buka terminal, ketik nitrogen /direktori/tempat/wallpaper. Pilih wallpaper yang mau dipasang, apply. Terus ganti tema wm lewat Openbox Configuration Manager (obconf). Kalo pengen nambah koleksi tema openbox, cari aja di box-look.org, kemudian ekstrak ke direktori ~/.themes atau /usr/share/themes. Untuk urusan tema GTK dan icon, saya serahkan pada LXDE Appearance (lxappearance).

Tinggal nyetting wbar. Saya sudah pernah bahas wbar sebelumnya. Urusan setting, mudahnya pake wbar Configuration (wbarconf). Tinggal save dan refresh, tampillah wbar di desktop. Satu lagi, volwheel. Volwheel ini buat mempermudah ngatur volume, tinggal scroll pake mouse. Volwheel akan ditampilkan di tray-nya tint2. Untuk menjalankannya cukup pake perintah volwheel di terminal. Selain volwheel, bisa pake obmixer, gvtray, dll.

Terakhir, kita buat tint2, wbar, volwheel, dan nitrogen (tambah yang lain juga boleh) biar autostart waktu buka openbox. Caranya dengan membuat file autostart.sh di ~/.config/openbox. Buka text editor, lalu tulis beberapa baris perintah yang diakhiri dengan & . Jadi yang saya tulis
tint2 &
volwheel &
nitrogen --restore &
wbar -bpress -above-desk -isize 32.0 -zoomf 1.8 -jumpf 1.0 -nanim 4.0 -pos bottom &
Perintah nitrogen --restore maksudnya biar nitrogen menampilkan kembali wallpaper yang saat ini kita pakai. Perintah wbar itu saya copy dari file .wbar. Simpan dengan nama autostart.sh, terus diubah jadi executable (pake chmod +x).

Selesai. Tinggal dicoba apakah autostartnya jalan atau nggak. Kalo error, ya selamat ngoprek...

9.03.2010

Ceritanya saya pengen mencoba Zenwalk Gnome yang baru saya download beberapa hari kemarin. Tapi saya males burning CD, eman-eman CD blank-nya... Mau bikin usb bootable,, wong komputer saya gak bisa boot dari usb... Kemudian saya teringat dengan tutorial yang pernah saya baca di Kaskus, booting iso live CD di HDD via GRUB2. Saya coba-coba sesuaikan dengan LILO. Dan hasilnya, capek... :D

Karena gagal, saya putuskan untuk mencari tutorial yang lain, yang menggunakan LILO. Beberapa artikel saya dapatkan. Kesimpulan saya, butuh satu partisi harddisk lagi untuk bisa mengikuti tutorial-tutorial tersebut. Padahal kapasitas HDD saya terbatas. Tapi nggak pa-pa, yang penting dapet ilmunya.

Akhirnya saya putuskan untuk install dari flashdisk. Bagaimana caranya?

Kita bisa memanfaatkan CD instalasi Zenwalk yang lama. Sebenarnya cara ini cuma memanfaatkan menu instalasinya saja. Saya masih punya versi 6.0, 6.2, dan yang terbaru, 6.4. Terserah mau pakai yang mana, Slackware juga bisa.

Berarti yang kita perlukan untuk memulai cara ini adalah file ISO Zenwalk Gnome di flashdisk (atau bisa juga di harddisk), dan CD instalasi Zenwalk yang lama.

Pertama, boot CD Zenwalk yang kita punya. Setelah masuk menu instalasi, pilih Exit. Lho kok exit..? Udah deh,, ikut aja... Setelah exit, kita masuk mode CLI.

Bikin mountpoint untuk flashdisk (atau HDD) dan mountpoint untuk ISO image (yang ini jangan di /mnt). Misalnya kita bikin /fdd untuk flashdisk dan /iso untuk ISO

# mkdir /fdd
# mkdir /iso


Kemudian mount flashdisk ke /fdd. Flashdisk saya terdeteksi sebagai /dev/sdc, kalo anda nyoba tutorial ini, jangan lupa disesuaikan. Rumusnya mount -t [tipe filesystem] /dev/sdx [mountpoint]

# mount -t vfat /dev/sdc /fdd


O iya, kalo anda nyoba dari HDD, jangan pake NTFS. Nggak bisa dimuat. Pake FAT atau ext aja.

Sekarang mount file ISO-nya ke /iso

# mount -o loop /fdd/zenwalk-gnome-6.4.iso /iso -t iso9660


Sekarang kita kembali ke menu instalasinya

# setup


Kemudian kita lakukan langkah-langkah instalasi yang dibutuhkan seperti biasa, sampai pada step memilih install from CD atau Pre-mounted directory. Pilih pre-mounted directory, kemudian isikan mountpoint file ISO tadi (dalam kasus ini: /iso).

Kalo instalasi berjalan, berarti kita sudah berhasil. Berhasil... Berhasil... :-P

Bagaimana kalo nggak punya CDROM, atau nggak punya CD Zenwalk/ Slackware-family lainnya..? Kita bisa manfaatkan LILO atau grub. Syaratnya kita sudah punya OS Linux terinstall. Prinsipnya, siapkan satu partisi, mount file ISO, kopi isi file ISO (yang sudah di-mount) ke partisi tersebut (isinya lho ya,, bukan ISO-nya), kemudian edit lilo.conf biar bisa nge-load partisi itu. Kira kira ditambah seperti ini

image = /kernel/bzImage
root = /dev/sdx
label = Zenwalk
initrd = /isolinux/initrd.img
read-only


Biar lebih shohih dan jelas, tanya sama ustadz Google aja ya. Soalnya saya juga belum coba.

Semoga bermanfaat...

Ceritanya saya pengen mencoba Zenwalk Gnome yang baru saya download beberapa hari kemarin. Tapi saya males burning CD, eman-eman CD blank-nya... Mau bikin usb bootable,, wong komputer saya gak bisa boot dari usb... Kemudian saya teringat dengan tutorial yang pernah saya baca di Kaskus, booting iso live CD di HDD via GRUB2. Saya coba-coba sesuaikan dengan LILO. Dan hasilnya, capek... :D

Karena gagal, saya putuskan untuk mencari tutorial yang lain, yang menggunakan LILO. Beberapa artikel saya dapatkan. Kesimpulan saya, butuh satu partisi harddisk lagi untuk bisa mengikuti tutorial-tutorial tersebut. Padahal kapasitas HDD saya terbatas. Tapi nggak pa-pa, yang penting dapet ilmunya.

Akhirnya saya putuskan untuk install dari flashdisk. Bagaimana caranya?

Kita bisa memanfaatkan CD instalasi Zenwalk yang lama. Sebenarnya cara ini cuma memanfaatkan menu instalasinya saja. Saya masih punya versi 6.0, 6.2, dan yang terbaru, 6.4. Terserah mau pakai yang mana, Slackware juga bisa.

Berarti yang kita perlukan untuk memulai cara ini adalah file ISO Zenwalk Gnome di flashdisk (atau bisa juga di harddisk), dan CD instalasi Zenwalk yang lama.

Pertama, boot CD Zenwalk yang kita punya. Setelah masuk menu instalasi, pilih Exit. Lho kok exit..? Udah deh,, ikut aja... Setelah exit, kita masuk mode CLI.

Bikin mountpoint untuk flashdisk (atau HDD) dan mountpoint untuk ISO image (yang ini jangan di /mnt). Misalnya kita bikin /fdd untuk flashdisk dan /iso untuk ISO

# mkdir /fdd
# mkdir /iso


Kemudian mount flashdisk ke /fdd. Flashdisk saya terdeteksi sebagai /dev/sdc, kalo anda nyoba tutorial ini, jangan lupa disesuaikan. Rumusnya mount -t [tipe filesystem] /dev/sdx [mountpoint]

# mount -t vfat /dev/sdc /fdd


O iya, kalo anda nyoba dari HDD, jangan pake NTFS. Nggak bisa dimuat. Pake FAT atau ext aja.

Sekarang mount file ISO-nya ke /iso

# mount -o loop /fdd/zenwalk-gnome-6.4.iso /iso -t iso9660


Sekarang kita kembali ke menu instalasinya

# setup


Kemudian kita lakukan langkah-langkah instalasi yang dibutuhkan seperti biasa, sampai pada step memilih install from CD atau Pre-mounted directory. Pilih pre-mounted directory, kemudian isikan mountpoint file ISO tadi (dalam kasus ini: /iso).

Kalo instalasi berjalan, berarti kita sudah berhasil. Berhasil... Berhasil... :-P

Bagaimana kalo nggak punya CDROM, atau nggak punya CD Zenwalk/ Slackware-family lainnya..? Kita bisa manfaatkan LILO atau grub. Syaratnya kita sudah punya OS Linux terinstall. Prinsipnya, siapkan satu partisi, mount file ISO, kopi isi file ISO (yang sudah di-mount) ke partisi tersebut (isinya lho ya,, bukan ISO-nya), kemudian edit lilo.conf biar bisa nge-load partisi itu. Kira kira ditambah seperti ini

image = /kernel/bzImage
root = /dev/sdx
label = Zenwalk
initrd = /isolinux/initrd.img
read-only


Biar lebih shohih dan jelas, tanya sama ustadz Google aja ya. Soalnya saya juga belum coba.

Semoga bermanfaat...

8.19.2010


Zekr merupakan software Al-Quran digital. Font Quran-nya bagus dan jelas terbaca. Jadi cukup nyaman kalo mau tilawah. Ada terjemah bahasa Indonesia-nya pula. Sayangnya tidak sekalian menyertakan tafsir. Mungkin karena terlalu banyak referensi kali ya...

Zekr juga bisa 'membacakan' Al-Quran untuk kita, dengan memakai recitation baik online maupun offline. Kalo online, jelas butuh koneksi internet yang bagus (kalo pengen lancar...). Kita juga bisa download recitation (dalam bentuk mp3) supaya bisa 'dibacakan' secara offline.


Zekr ini aplikasi crossplatform, tersedia versi Linux/Unix, Windows, dan Mac. Kita bisa mendapatkannya secara gratis dengan mengunjungi website-nya. Atau kalo pake linux, bisa dicari di repositori masing-masing distro (siapa tahu ada...). Kalo anda memakai Zenwalk, silakan cari di repo, pasti gak ketemu...! :D




Untuk menginstall Zekr di Zenwalk, kita butuh source-nya Zekr, Java Runtime Environment (JRE), dan Xulrunner. O iya, Zekr butuh JRE meskipun di windows atau Mac. JRE di Zenwalk 6.4 secara default belum tersedia. Kalo ini cari aja di repo. Xulrunner bisa didownload di sini. Mestinya kita bisa pake firefox, thunderbird, atau seamonkey ketimbang download xulrunner. Zenwalk pake Icecat (sebelumnya pake Iceweasel), bukan firefox, tapi kayanya kok sama aja. Tapi saya sering gagal kalo nggak pake xulrunner.

Oke, berikut ini yang perlu kita lakukan

Pertama, install Xulrunner. Ekstrak source Xulrunner, terserah mau di mana. Rekomendasinya mozilla (seperti biasa) di /opt. Kemudian masuk ke direktori xulrunner, dan ketik xulrunner --register-global (untuk semua user, harus root) atau xulrunner --register-user (untuk satu user saja).

Kedua, ekstrak Zekr. Kalo saya, sekalian di /opt. Kemudian edit file zekr.sh pake text editor. Ganti yang ini

export MOZILLA_FIVE_HOME=/usr/lib/firefox

menjadi

export MOZILLA_FIVE_HOME=/opt/xulrunner

(ganti /opt sesuai path tempat anda mengekstrak Xulrunner)

dan yang ini

JAVA_CMD=java

jadi

JAVA_CMD=/usr/lib/java/bin/java

Diantara dua itu, dari if sampai fi, dihapus aja.

Kemudian coba jalankan. Bismillahirrahmanirrahiim.... Di terminal, tulis ./zekr.sh Kalo lancar, tinggal kita buat desktop shortcutnya. Kalo error, coba cari referensi lain ya... v^^


Zekr merupakan software Al-Quran digital. Font Quran-nya bagus dan jelas terbaca. Jadi cukup nyaman kalo mau tilawah. Ada terjemah bahasa Indonesia-nya pula. Sayangnya tidak sekalian menyertakan tafsir. Mungkin karena terlalu banyak referensi kali ya...

Zekr juga bisa 'membacakan' Al-Quran untuk kita, dengan memakai recitation baik online maupun offline. Kalo online, jelas butuh koneksi internet yang bagus (kalo pengen lancar...). Kita juga bisa download recitation (dalam bentuk mp3) supaya bisa 'dibacakan' secara offline.


Zekr ini aplikasi crossplatform, tersedia versi Linux/Unix, Windows, dan Mac. Kita bisa mendapatkannya secara gratis dengan mengunjungi website-nya. Atau kalo pake linux, bisa dicari di repositori masing-masing distro (siapa tahu ada...). Kalo anda memakai Zenwalk, silakan cari di repo, pasti gak ketemu...! :D




Untuk menginstall Zekr di Zenwalk, kita butuh source-nya Zekr, Java Runtime Environment (JRE), dan Xulrunner. O iya, Zekr butuh JRE meskipun di windows atau Mac. JRE di Zenwalk 6.4 secara default belum tersedia. Kalo ini cari aja di repo. Xulrunner bisa didownload di sini. Mestinya kita bisa pake firefox, thunderbird, atau seamonkey ketimbang download xulrunner. Zenwalk pake Icecat (sebelumnya pake Iceweasel), bukan firefox, tapi kayanya kok sama aja. Tapi saya sering gagal kalo nggak pake xulrunner.

Oke, berikut ini yang perlu kita lakukan

Pertama, install Xulrunner. Ekstrak source Xulrunner, terserah mau di mana. Rekomendasinya mozilla (seperti biasa) di /opt. Kemudian masuk ke direktori xulrunner, dan ketik xulrunner --register-global (untuk semua user, harus root) atau xulrunner --register-user (untuk satu user saja).

Kedua, ekstrak Zekr. Kalo saya, sekalian di /opt. Kemudian edit file zekr.sh pake text editor. Ganti yang ini

export MOZILLA_FIVE_HOME=/usr/lib/firefox

menjadi

export MOZILLA_FIVE_HOME=/opt/xulrunner

(ganti /opt sesuai path tempat anda mengekstrak Xulrunner)

dan yang ini

JAVA_CMD=java

jadi

JAVA_CMD=/usr/lib/java/bin/java

Diantara dua itu, dari if sampai fi, dihapus aja.

Kemudian coba jalankan. Bismillahirrahmanirrahiim.... Di terminal, tulis ./zekr.sh Kalo lancar, tinggal kita buat desktop shortcutnya. Kalo error, coba cari referensi lain ya... v^^

7.01.2010

Adobe Image Ready mungkin jadi pilihan paling populer untuk bikin animasi .GIF. Nah, bagaimana dengan pengguna Freeware? Pemakai Linux?
Kita bisa pake GIMP (GNU Image Manipulation Program). Yup... Software open source padanan Photoshop ini bisa bikin animasi GIF. Emmm... tulisan ini pernah saya tulis di thread sebuah forum terbesar di Indonesia (kalo ada yang pernah baca, gak usah protes ye...). Ada 2 alternatif yang bisa kita gunakan
a. Dengan plug-in GAP (Gimp Animation Package)
b. Tanpa plug-in
Plugin GAP merupakan plugin tambahan buat GIMP untuk membuat animasi GIF yang lebih advance. Menurut saya cukup rumit membuat animasi dengan plugin ini, apalagi untuk pemula.
Membuat animasi GIF tanpa plugin pun bisa. Konsepnya sederhana, buat 2 layer atau lebih, kemudian simpan dengan ekstensi *.gif sebagai animasi (nanti ada pilihan Save as Animation). Atau kita manfaatkan Script-Fu yang ada di menu Filter > Animations (GIMP versi 2.6.x)
Berikut ini saya buat tutorial membuat animasi 2 gambar atau lebih tampil bergantian, seperti berikut ini
1. Siapkan gambar yang mau dipasang, foto sendiri, tokoh idola, atau apapun lah... yang penting lebih dari 1 gambar
2. Buat New image (File > New), set ukurannya (kalo mau digunakan jadi avatar maksimal 100x100 px)
3. Buka gambar-gambar yang sudah disiapkan => File > Open as Layers > pilih gambar
4. Sesuaikan ukuran layer dengan ukuran background image (yang kita bikin pertama kali itu lho...) Bisa pake Layer > Scale Layer, atau di-crop, dipotong pake selection tool, dst
5. Setelah menyesuaikan ukuran layer, delete atau sembunyikan background image-nya (sudah gak dibutuhkan)
6. Filters > Animation > Optimize (for GIF) => biar ukuran file-nya lebih kecil (ukuran besarnya file, bukan ukuran gambar). Nanti muncul jendela baru
7. Kalo pengen preview => Filters > Animation > Playback
 
8. Terlalu cepat? Ubah fps-nya. Klik kanan Layer > Edit layer attributes atau klik layer 2 kali, lalu ubah tulisan 100ms menjadi 1000ms (1 detik) atau terserah mau kita
9. Simpan dengan ekstensi *.gif
Pada jendela export file, pilih Save as Animation, klik Export
Akan muncul jendela lagi, dan perhatikan bagian Delay between frames when unspecified
Kalo tadi belum diubah fps-nya, kita bisa set kecepatannya dari situ dan check (contreng) Use delay entered above..dst...
Selamat mencoba...
Kita juga bisa membuat yang seperti ini dengan GIMP

Adobe Image Ready mungkin jadi pilihan paling populer untuk bikin animasi .GIF. Nah, bagaimana dengan pengguna Freeware? Pemakai Linux?
Kita bisa pake GIMP (GNU Image Manipulation Program). Yup... Software open source padanan Photoshop ini bisa bikin animasi GIF. Emmm... tulisan ini pernah saya tulis di thread sebuah forum terbesar di Indonesia (kalo ada yang pernah baca, gak usah protes ye...). Ada 2 alternatif yang bisa kita gunakan
a. Dengan plug-in GAP (Gimp Animation Package)
b. Tanpa plug-in
Plugin GAP merupakan plugin tambahan buat GIMP untuk membuat animasi GIF yang lebih advance. Menurut saya cukup rumit membuat animasi dengan plugin ini, apalagi untuk pemula.
Membuat animasi GIF tanpa plugin pun bisa. Konsepnya sederhana, buat 2 layer atau lebih, kemudian simpan dengan ekstensi *.gif sebagai animasi (nanti ada pilihan Save as Animation). Atau kita manfaatkan Script-Fu yang ada di menu Filter > Animations (GIMP versi 2.6.x)
Berikut ini saya buat tutorial membuat animasi 2 gambar atau lebih tampil bergantian, seperti berikut ini
1. Siapkan gambar yang mau dipasang, foto sendiri, tokoh idola, atau apapun lah... yang penting lebih dari 1 gambar
2. Buat New image (File > New), set ukurannya (kalo mau digunakan jadi avatar maksimal 100x100 px)
3. Buka gambar-gambar yang sudah disiapkan => File > Open as Layers > pilih gambar
4. Sesuaikan ukuran layer dengan ukuran background image (yang kita bikin pertama kali itu lho...) Bisa pake Layer > Scale Layer, atau di-crop, dipotong pake selection tool, dst
5. Setelah menyesuaikan ukuran layer, delete atau sembunyikan background image-nya (sudah gak dibutuhkan)
6. Filters > Animation > Optimize (for GIF) => biar ukuran file-nya lebih kecil (ukuran besarnya file, bukan ukuran gambar). Nanti muncul jendela baru
7. Kalo pengen preview => Filters > Animation > Playback
 
8. Terlalu cepat? Ubah fps-nya. Klik kanan Layer > Edit layer attributes atau klik layer 2 kali, lalu ubah tulisan 100ms menjadi 1000ms (1 detik) atau terserah mau kita
9. Simpan dengan ekstensi *.gif
Pada jendela export file, pilih Save as Animation, klik Export
Akan muncul jendela lagi, dan perhatikan bagian Delay between frames when unspecified
Kalo tadi belum diubah fps-nya, kita bisa set kecepatannya dari situ dan check (contreng) Use delay entered above..dst...
Selamat mencoba...
Kita juga bisa membuat yang seperti ini dengan GIMP

3.24.2010

Semakin banyak software yang dikembangkan untuk linux. Sebagian software telah dibundel dalam sebuah distro. Kalau masih kurang, biasanya sebuah distro menyediakan repository berisi paket-paket siap install. Misalnya repository tidak menyediakan yang kita butuhkan, tinggal cari source code-nya dan compile sendiri.

Nah, bagaimana caranya meng-install software di Linux? Berikut ini saya tuliskan cara install software untuk distro Zenwalk.

A. Menginstall Package .t*z
Dulu, untuk menginstall sebuah software ke dalam sistem operasi Linux bisa dibilang sangat sulit. Kita harus mengkompilasi dari source codenya agar software tersebut terinstall. Lalu muncullah paket *.rpm (Redhat Package Manager) kreasi distro RedHat dan *.deb milik distro Debian. Kemunculan paket-paket ini menawarkan kemudahan bagi pemula Linux untuk menginstall sebuah software.

Untuk distro Slackware dan turunannya termasuk zenwalk, dibuatlah paket *.tgz dengan pkgtool-nya. Sekarang dengan adanya teknologi kompresi yang lebih baik, paket ini berkembang variannya. Ada paket *.txz dan *.tlz. Dengan paket ini, Slackware yang terkenal sebagai Linux-nya pengguna advance jadi lebih bersahabat untuk pengguna pemula.

Yang saya suka dari paket ini, yang mungkin orang lain malah tidak suka, adalah tidak terlalu meributkan dependensi seperti paket debian. Meskipun dependensinya belum ada, software tetap dapat terinstall meskipun tidak bisa dijalankan. Begitu dependensi terpenuhi, software langsung bisa digunakan tanpa harus mengulang instalasi.

Ada beberapa cara untuk menginstall software yang dikemas dalam paket .t*z ini, khususnya untuk Zenwalk

1. Via thunar
Di zenwalk, Thunar (file manager-nya XFCE) telah ditambahi script installpkg sehingga user bisa dengan mudah menginstall package .t*z dengan cara Klik kanan package(s) > Install


Nanti akan ditanya password root, tunggu beberapa saat dan aplikasi yang anda butuhkan telah terinstall

2. Via terminal
Sebagai root, masukkan perintah installpkg nama_package.t*z
atau installpkg * untuk install lebih dari satu package
$ su
Password:
# installpkg nama_package.t*z
# installpkg *


Bisa juga dengan pkgtool. Di terminal, masukkan perintah pkgtool (harus punya akses root). Akan muncul penampakan seperti ini

Image and video hosting by TinyPic


Jika posisi root sedang mengakses folder yang berisi paket .t*z, langsung pilih Current. Kemudian akan muncul kaya gini

Image and video hosting by TinyPic


Kalo nggak sedang mengakses direktori berisi paket, pilih Other. Kemudian masukkan lokasi direktori yang sesuai. Nanti muncul juga yang sama persis dengan di atas.

B. Compile Source Code

Meskipun lebih susah, tapi sebagian user, terutama yang advance, lebih suka compile source code ketimbang install package yang sudah jadi. Ada 3 langkah umum yang menurut saya perlu dilakukan
1. Ekstrak source code
2. Baca manual instalasi (RTFM)
3. Compile sesuai petunjuk instalasi

Kebanyakan source code yang saya tahu, dicompile (pake GCC) dengan 3 jurus sakti
./configure
make
make install


Tapi ada juga yang pake cara lain misalnya pake Qtmake, Cmake, dll.
Install menggunakan Cmake
Catatan: tidak semua paket tarball (.tar.gz atau .tar.bz2) merupakan source code yang perlu dicompile, misalnya Mozilla Firefox, XAMPP Linux, Zekr, dsb

C. Install via Netpkg
Netpkg fungsinya mirip dengan Synaptic di keluarga Debian. Kalo anda punya koneksi internet (apalagi kalo cepat), Netpkg akan sangat memudahkan kita. Sayangnya saya gak punya koneksi internet jadi gak bisa bikin penjelasan tentang ini.



Bagaimana cara uninstall-nya? Oke, berikut ini caranya, menyesuaikan dengan yang sudah saya tulis di atas.

1. Dari paket .t*z
Buka terminal, kemudian tuliskan perintah removepkg nama_paket. Misalnya mau me-remove inkscape, perintahnya

# removepkg inkscape

Tapi kadang-kadang nama paketnya harus spesifik, misalnya untuk library-library yang banyak itu. Nah, kalo butuh nama yang spesifik, bisa dicari di /var/log/packages

Atau manfaatkan saja pkgtool. Di terminal, jalankan perintah pkgtool. Kemudian pilih Remove. Penampakannya seperti ini

Image and video hosting by TinyPic


Daftar package yang sudah terinstall akan ditampilkan. Pencet tombol spasi untuk memilih paket yang ingin diremove. Selesai memilih, pencet Enter.

2. Dari Source code
Syaratnya, source code yang sudah dikompilasi belum dihapus. Caranya masuk ke direktori tempat source code, kemudian jalankan (via terminal) perintah

# make uninstall

3. Via netpkg
Netpkg, meskipun tujuan kita cuma untuk uninstall, tetap butuh koneksi internet untuk me-load repository yang kita gunakan. Setelah membuka Netpkg, pilih dari daftar paket yang sudah terinstall (centang Installed pada kotak Filters), kemudian klik tombol remove/uninstall (ikon trash).

Bagaimana? Mudah kan? Semoga bermanfaat.

Semakin banyak software yang dikembangkan untuk linux. Sebagian software telah dibundel dalam sebuah distro. Kalau masih kurang, biasanya sebuah distro menyediakan repository berisi paket-paket siap install. Misalnya repository tidak menyediakan yang kita butuhkan, tinggal cari source code-nya dan compile sendiri.

Nah, bagaimana caranya meng-install software di Linux? Berikut ini saya tuliskan cara install software untuk distro Zenwalk.

A. Menginstall Package .t*z
Dulu, untuk menginstall sebuah software ke dalam sistem operasi Linux bisa dibilang sangat sulit. Kita harus mengkompilasi dari source codenya agar software tersebut terinstall. Lalu muncullah paket *.rpm (Redhat Package Manager) kreasi distro RedHat dan *.deb milik distro Debian. Kemunculan paket-paket ini menawarkan kemudahan bagi pemula Linux untuk menginstall sebuah software.

Untuk distro Slackware dan turunannya termasuk zenwalk, dibuatlah paket *.tgz dengan pkgtool-nya. Sekarang dengan adanya teknologi kompresi yang lebih baik, paket ini berkembang variannya. Ada paket *.txz dan *.tlz. Dengan paket ini, Slackware yang terkenal sebagai Linux-nya pengguna advance jadi lebih bersahabat untuk pengguna pemula.

Yang saya suka dari paket ini, yang mungkin orang lain malah tidak suka, adalah tidak terlalu meributkan dependensi seperti paket debian. Meskipun dependensinya belum ada, software tetap dapat terinstall meskipun tidak bisa dijalankan. Begitu dependensi terpenuhi, software langsung bisa digunakan tanpa harus mengulang instalasi.

Ada beberapa cara untuk menginstall software yang dikemas dalam paket .t*z ini, khususnya untuk Zenwalk

1. Via thunar
Di zenwalk, Thunar (file manager-nya XFCE) telah ditambahi script installpkg sehingga user bisa dengan mudah menginstall package .t*z dengan cara Klik kanan package(s) > Install


Nanti akan ditanya password root, tunggu beberapa saat dan aplikasi yang anda butuhkan telah terinstall

2. Via terminal
Sebagai root, masukkan perintah installpkg nama_package.t*z
atau installpkg * untuk install lebih dari satu package
$ su
Password:
# installpkg nama_package.t*z
# installpkg *


Bisa juga dengan pkgtool. Di terminal, masukkan perintah pkgtool (harus punya akses root). Akan muncul penampakan seperti ini

Image and video hosting by TinyPic


Jika posisi root sedang mengakses folder yang berisi paket .t*z, langsung pilih Current. Kemudian akan muncul kaya gini

Image and video hosting by TinyPic


Kalo nggak sedang mengakses direktori berisi paket, pilih Other. Kemudian masukkan lokasi direktori yang sesuai. Nanti muncul juga yang sama persis dengan di atas.

B. Compile Source Code

Meskipun lebih susah, tapi sebagian user, terutama yang advance, lebih suka compile source code ketimbang install package yang sudah jadi. Ada 3 langkah umum yang menurut saya perlu dilakukan
1. Ekstrak source code
2. Baca manual instalasi (RTFM)
3. Compile sesuai petunjuk instalasi

Kebanyakan source code yang saya tahu, dicompile (pake GCC) dengan 3 jurus sakti
./configure
make
make install


Tapi ada juga yang pake cara lain misalnya pake Qtmake, Cmake, dll.
Install menggunakan Cmake
Catatan: tidak semua paket tarball (.tar.gz atau .tar.bz2) merupakan source code yang perlu dicompile, misalnya Mozilla Firefox, XAMPP Linux, Zekr, dsb

C. Install via Netpkg
Netpkg fungsinya mirip dengan Synaptic di keluarga Debian. Kalo anda punya koneksi internet (apalagi kalo cepat), Netpkg akan sangat memudahkan kita. Sayangnya saya gak punya koneksi internet jadi gak bisa bikin penjelasan tentang ini.



Bagaimana cara uninstall-nya? Oke, berikut ini caranya, menyesuaikan dengan yang sudah saya tulis di atas.

1. Dari paket .t*z
Buka terminal, kemudian tuliskan perintah removepkg nama_paket. Misalnya mau me-remove inkscape, perintahnya

# removepkg inkscape

Tapi kadang-kadang nama paketnya harus spesifik, misalnya untuk library-library yang banyak itu. Nah, kalo butuh nama yang spesifik, bisa dicari di /var/log/packages

Atau manfaatkan saja pkgtool. Di terminal, jalankan perintah pkgtool. Kemudian pilih Remove. Penampakannya seperti ini

Image and video hosting by TinyPic


Daftar package yang sudah terinstall akan ditampilkan. Pencet tombol spasi untuk memilih paket yang ingin diremove. Selesai memilih, pencet Enter.

2. Dari Source code
Syaratnya, source code yang sudah dikompilasi belum dihapus. Caranya masuk ke direktori tempat source code, kemudian jalankan (via terminal) perintah

# make uninstall

3. Via netpkg
Netpkg, meskipun tujuan kita cuma untuk uninstall, tetap butuh koneksi internet untuk me-load repository yang kita gunakan. Setelah membuka Netpkg, pilih dari daftar paket yang sudah terinstall (centang Installed pada kotak Filters), kemudian klik tombol remove/uninstall (ikon trash).

Bagaimana? Mudah kan? Semoga bermanfaat.

1.16.2010

Kadang-kadang saya tidak bisa menemukan paket zenwalk (.tgz, .txz, atau .tlz) untuk aplikasi yang saya mau. Kalau lagi kaya gini (dan males download sourcenya dan compile sendiri) saya biasanya nyari paket *.rpm. Paket .rpm memang cukup melimpah dan gampang dicari. Dan di Zenwalk sudah disediakan tools untuk convert *.rpm menjadi *.tgz, rpm2tgz namanya.

Nah, baru-baru ini saya menemukan sesuatu yang menarik dari artikel di sini, Hei.. hei.., deb2tgz..!! Yup, convert paket debian (*.deb) ke *.tgz.

Paket debian juga banyak tersedia di internet. Mungkin popularitas ubuntu jadi salah satu faktornya. Dan pengguna zenwalk (atau keluarga slackware lain) bisa memanfaatkan paket *.deb ini dengan mengkonversinya menjadi paket *.tgz. Tidak perlu menginstall macem-macem (kaya alien), cukup dengan meng-copy paste script berikut ini ke text editor dan disimpan dengan nama deb2tgz.

#!/bin/bash

#Perform some checks
if [ $UID != 0 ]; then
echo "You need to be root"
exit 1
fi

case $1 in
'-h'|'--help'|'')
echo \ "Usage: $0 [deb package]"
exit
;;
*)
;;
esac

if [ ! $(echo $1 | grep \.deb$) ]; then
echo "incorrect filetype"
exit 1
fi

#Set variables
DEB=$1
DIR=$(echo $1 | sed -e 's/\.deb//' -e 's/_/-/g')

#Remove directory if it already exists
if [ -e $DIR ]; then
rm -rf $DIR
fi

#make dir and copy deb into it
mkdir $DIR
cp $DEB $DIR

#change into dir, extract deb and remove garbage
cd $DIR
ar x $DEB
rm $DEB
rm debian-binary

#extract data
tar xf data.tar.gz
rm data.tar.gz

#extract control files, find NAME and DEPS and then remove them
mkdir DEBIAN
tar xf control.tar.gz -C DEBIAN/
rm control.tar.gz
NAME=$(cat DEBIAN/control | awk '/Package:/ {print $2}')
DEPS=$(cat DEBIAN/control | grep ^Depends | sed 's/, /\n/g' | awk '!/Depends/{print $1}' | sed 's/$/,/g')
rm -rf DEBIAN

#Create slack-desc
mkdir install
cat <<"EOF" Write the slack-desc file following all the normal conventions. On the first line put the name of the software and a short description. Skip the second line and put a longer description on lines 3-11. Don't type beyond the ruler, simply press enter to go to the next line. When you are done simply put EOF and press enter, that line will not be included

|-----handy-ruler------------------------------------------------------|
EOF

CTR=0 while [ "$DESCRIPTION" != "EOF" ]; do let "CTR += 1" echo -n "> "
if [ "$CTR" == "2" ]; then
echo "$NAME:" >> install/slack-desc
echo ""
continue
fi
read DESCRIPTION
echo "$NAME: $DESCRIPTION" >> install/slack-desc
done
sed '/EOF/d' -i install/slack-desc

while [ "$CTR" -le "11" ]; do
echo "$NAME:" >> install/slack-desc
let "CTR += 1"
done

#Remove target package if it already exists
if [ -e ../$DIR.tgz]; then
rm -rf ../$DIR.tgz
fi

#Make package
makepkg -l y -c n ../$DIR.tgz
cd ..

#Create .dep files
echo "Finding Dependencies..."
requiredbuilder -z $DIR.tgz > $NAME-requiredbuilder.dep
echo $DEPS | sed -e 's/,$//' -e 's/ //g' > $NAME-debcontrol.dep


Setelah itu, file deb2tgz tadi dibuat executable

# chmod +x deb2tgz


Warning!! Hasil konversinya masih dipertanyakan (bisa dipakai atau tidak). Tapi sepertinya tidak ada jeleknya kita coba install. Toh kita bisa dengan mudah membuang paket hasil convert yang kita install itu dengan command removepkg.

Sekarang tinggal test aja. Cara makenya
# deb2tgz nama_paket.deb

Ketika berjalan, kita akan diminta memasukkan nama output (terserah), deskripsi paket (terserah juga) ditutup dengan EOF, lalu tekan enter. Tunggu beberapa saat. Outputnya berupa 1 file *.tgz, 2 file .dep, dan 1 direktori yang isinya sama dengan isi *.tgz



Saya sudah mencobanya. Bisa dilihat di screenshot. Sebagai bahan percobaan, saya gunakan paket xulrunner dari CD instalasi Xubuntu 8.10 alternate. Xulrunner ini saya butuhkan agar aplikasi Zekr (Quran Digital) bisa berjalan. Dan hasilnya sama baik ketika saya memakai source xulrunner dari mozilla (dengan terlebih dulu me-removepkg xulrunner hasil convert ini)

Semoga bermanfaat

Referensi: http://wiki.zenwalk.org/index.php?title=Deb2tgz

Kadang-kadang saya tidak bisa menemukan paket zenwalk (.tgz, .txz, atau .tlz) untuk aplikasi yang saya mau. Kalau lagi kaya gini (dan males download sourcenya dan compile sendiri) saya biasanya nyari paket *.rpm. Paket .rpm memang cukup melimpah dan gampang dicari. Dan di Zenwalk sudah disediakan tools untuk convert *.rpm menjadi *.tgz, rpm2tgz namanya.

Nah, baru-baru ini saya menemukan sesuatu yang menarik dari artikel di sini, Hei.. hei.., deb2tgz..!! Yup, convert paket debian (*.deb) ke *.tgz.

Paket debian juga banyak tersedia di internet. Mungkin popularitas ubuntu jadi salah satu faktornya. Dan pengguna zenwalk (atau keluarga slackware lain) bisa memanfaatkan paket *.deb ini dengan mengkonversinya menjadi paket *.tgz. Tidak perlu menginstall macem-macem (kaya alien), cukup dengan meng-copy paste script berikut ini ke text editor dan disimpan dengan nama deb2tgz.

#!/bin/bash

#Perform some checks
if [ $UID != 0 ]; then
echo "You need to be root"
exit 1
fi

case $1 in
'-h'|'--help'|'')
echo \ "Usage: $0 [deb package]"
exit
;;
*)
;;
esac

if [ ! $(echo $1 | grep \.deb$) ]; then
echo "incorrect filetype"
exit 1
fi

#Set variables
DEB=$1
DIR=$(echo $1 | sed -e 's/\.deb//' -e 's/_/-/g')

#Remove directory if it already exists
if [ -e $DIR ]; then
rm -rf $DIR
fi

#make dir and copy deb into it
mkdir $DIR
cp $DEB $DIR

#change into dir, extract deb and remove garbage
cd $DIR
ar x $DEB
rm $DEB
rm debian-binary

#extract data
tar xf data.tar.gz
rm data.tar.gz

#extract control files, find NAME and DEPS and then remove them
mkdir DEBIAN
tar xf control.tar.gz -C DEBIAN/
rm control.tar.gz
NAME=$(cat DEBIAN/control | awk '/Package:/ {print $2}')
DEPS=$(cat DEBIAN/control | grep ^Depends | sed 's/, /\n/g' | awk '!/Depends/{print $1}' | sed 's/$/,/g')
rm -rf DEBIAN

#Create slack-desc
mkdir install
cat <<"EOF" Write the slack-desc file following all the normal conventions. On the first line put the name of the software and a short description. Skip the second line and put a longer description on lines 3-11. Don't type beyond the ruler, simply press enter to go to the next line. When you are done simply put EOF and press enter, that line will not be included

|-----handy-ruler------------------------------------------------------|
EOF

CTR=0 while [ "$DESCRIPTION" != "EOF" ]; do let "CTR += 1" echo -n "> "
if [ "$CTR" == "2" ]; then
echo "$NAME:" >> install/slack-desc
echo ""
continue
fi
read DESCRIPTION
echo "$NAME: $DESCRIPTION" >> install/slack-desc
done
sed '/EOF/d' -i install/slack-desc

while [ "$CTR" -le "11" ]; do
echo "$NAME:" >> install/slack-desc
let "CTR += 1"
done

#Remove target package if it already exists
if [ -e ../$DIR.tgz]; then
rm -rf ../$DIR.tgz
fi

#Make package
makepkg -l y -c n ../$DIR.tgz
cd ..

#Create .dep files
echo "Finding Dependencies..."
requiredbuilder -z $DIR.tgz > $NAME-requiredbuilder.dep
echo $DEPS | sed -e 's/,$//' -e 's/ //g' > $NAME-debcontrol.dep


Setelah itu, file deb2tgz tadi dibuat executable

# chmod +x deb2tgz


Warning!! Hasil konversinya masih dipertanyakan (bisa dipakai atau tidak). Tapi sepertinya tidak ada jeleknya kita coba install. Toh kita bisa dengan mudah membuang paket hasil convert yang kita install itu dengan command removepkg.

Sekarang tinggal test aja. Cara makenya
# deb2tgz nama_paket.deb

Ketika berjalan, kita akan diminta memasukkan nama output (terserah), deskripsi paket (terserah juga) ditutup dengan EOF, lalu tekan enter. Tunggu beberapa saat. Outputnya berupa 1 file *.tgz, 2 file .dep, dan 1 direktori yang isinya sama dengan isi *.tgz



Saya sudah mencobanya. Bisa dilihat di screenshot. Sebagai bahan percobaan, saya gunakan paket xulrunner dari CD instalasi Xubuntu 8.10 alternate. Xulrunner ini saya butuhkan agar aplikasi Zekr (Quran Digital) bisa berjalan. Dan hasilnya sama baik ketika saya memakai source xulrunner dari mozilla (dengan terlebih dulu me-removepkg xulrunner hasil convert ini)

Semoga bermanfaat

Referensi: http://wiki.zenwalk.org/index.php?title=Deb2tgz

12.29.2009

Kalau anda memakai Zenwalk 6.2, mungkin anda juga mengalami problem yang sama dengan saya. Saat shutdown, atau reboot, ada jeda cukup lama sampai komputer mati. Kalau dilihat, prosesnya mandeg cukup lama pada update shared library. Secara umum mungkin bukan masalah besar, tapi di versi-versi sebelumnya tidak dijumpai semacam itu.

Googling, saya menemukan solusinya dari forum Zenwalk. Awalnya agak bingung, tapi setelah dioprek, akhirnya paham juga caranya.


Sebenarnya, menurut pemahaman saya dari yang saya baca di forum Zenwalk, delay yang lama itu disebabkan lamanya proses caching font. Jadi setiap kali shutdown atau reboot, Zenwalk melakukan recaching yang butuh waktu lama. Maka proses ini yang diakali.

Pertama, cari buka file rc.6 di /etc/rc.d/rc.6 pake text editor. O iya, harus pake super user (root). Buka aja lewat terminal
$ su
Password: (masukkan password root)
# mousepad /etc/rc.d/rc.6

Kedua, cari bagian # Font caching (bukan cacingan...). Sudah ketemu? Kalau belum, pake CTRL+F

Ketiga, Ganti bagian # Font caching tadi, dari tanda (#) Font caching sampai sebelum tanda (#) lagi, dengan script ini (buatan salah satu Zenwalker di forum Zenwalk)

# Font caching
RECACHE=0
[ -e /etc/fonts.list ] && ( du /usr/share/fonts > /tmp/fonts.list ) && (cmp -s /etc/fonts.list /tmp/fonts.list ) && RECACHE=1

if [ ${RECACHE} -eq 0 ]; then
du /usr/share/fonts > /etc/fonts.list
for fontdir in cyrillic OTF TTF 100dpi 75dpi misc Type1 Speedo util encodings; do
[ -d /usr/share/fonts/${fontdir} ] && \
(
[ -x /usr/bin/mkfontscale ] && ( chroot . /usr/bin/mkfontscale /usr/share/fonts/${fontdir} > /dev/null 2>&1 )
[ -x /usr/bin/mkfontdir ] && ( chroot . /usr/bin/mkfontdir /usr/share/fonts/${fontdir} > /dev/null 2>&1 )
)
done
fi

Keempat, jangan lupa di-save. Kemudian reboot komputer.

Shutdown selanjutnya seharusnya lebih cepat. Kecuali jika kita menginstall font baru, karena saat install font baru, Zenwalk butuh melakukan proses recaching lagi. Tapi setelah itu, akan kembali lebih cepat.

Saya sudah mencobanya dan berjalan dengan baik. Semoga bermanfaat.


Kalau anda memakai Zenwalk 6.2, mungkin anda juga mengalami problem yang sama dengan saya. Saat shutdown, atau reboot, ada jeda cukup lama sampai komputer mati. Kalau dilihat, prosesnya mandeg cukup lama pada update shared library. Secara umum mungkin bukan masalah besar, tapi di versi-versi sebelumnya tidak dijumpai semacam itu.

Googling, saya menemukan solusinya dari forum Zenwalk. Awalnya agak bingung, tapi setelah dioprek, akhirnya paham juga caranya.


Sebenarnya, menurut pemahaman saya dari yang saya baca di forum Zenwalk, delay yang lama itu disebabkan lamanya proses caching font. Jadi setiap kali shutdown atau reboot, Zenwalk melakukan recaching yang butuh waktu lama. Maka proses ini yang diakali.

Pertama, cari buka file rc.6 di /etc/rc.d/rc.6 pake text editor. O iya, harus pake super user (root). Buka aja lewat terminal
$ su
Password: (masukkan password root)
# mousepad /etc/rc.d/rc.6

Kedua, cari bagian # Font caching (bukan cacingan...). Sudah ketemu? Kalau belum, pake CTRL+F

Ketiga, Ganti bagian # Font caching tadi, dari tanda (#) Font caching sampai sebelum tanda (#) lagi, dengan script ini (buatan salah satu Zenwalker di forum Zenwalk)

# Font caching
RECACHE=0
[ -e /etc/fonts.list ] && ( du /usr/share/fonts > /tmp/fonts.list ) && (cmp -s /etc/fonts.list /tmp/fonts.list ) && RECACHE=1

if [ ${RECACHE} -eq 0 ]; then
du /usr/share/fonts > /etc/fonts.list
for fontdir in cyrillic OTF TTF 100dpi 75dpi misc Type1 Speedo util encodings; do
[ -d /usr/share/fonts/${fontdir} ] && \
(
[ -x /usr/bin/mkfontscale ] && ( chroot . /usr/bin/mkfontscale /usr/share/fonts/${fontdir} > /dev/null 2>&1 )
[ -x /usr/bin/mkfontdir ] && ( chroot . /usr/bin/mkfontdir /usr/share/fonts/${fontdir} > /dev/null 2>&1 )
)
done
fi

Keempat, jangan lupa di-save. Kemudian reboot komputer.

Shutdown selanjutnya seharusnya lebih cepat. Kecuali jika kita menginstall font baru, karena saat install font baru, Zenwalk butuh melakukan proses recaching lagi. Tapi setelah itu, akan kembali lebih cepat.

Saya sudah mencobanya dan berjalan dengan baik. Semoga bermanfaat.


12.28.2009

Ketika proses instalasi Zenwalk, kita ditawari untuk membuat mountpoint buat partisi-partisi selain / (root) dan swap. Kita bisa memasukkan lokasi direktori yang kita inginkan untuk mountpoint partisi-partisi tersebut. Tapi, dengan cara ini, partisi-partisi tersebut aksesnya 'read only', bukan read and write. Maka kitapun masih perlu mengubah permission-nya (pake chmod) atau edit file fstab. Ribet kan? Apalagi buat pemula.

Ada cara yang lebih gampang untuk mounting partisi di Zenwalk. Saya memakai versi 6.2. Mungkin di versi dibawah 6.0 belum ada fitur ini. Namanya Disk Manager. Bisa diakses dari Menu > System > Control Panel (butuh akses root).


Di jendela Disk Manager, pilih tab General. Di situ kita bisa menemukan partisi-partisi yang belum di-mount. Kita tinggal pilih partisi yang kita inginkan untuk dimuat di Zenwalk. Partisi tersebut akan di-mount di /media.


Agar partisi dimuat otomatis saat start-up, jangan lupa mencontreng kolom enable. Nah, lebih simpel kan?

Ketika proses instalasi Zenwalk, kita ditawari untuk membuat mountpoint buat partisi-partisi selain / (root) dan swap. Kita bisa memasukkan lokasi direktori yang kita inginkan untuk mountpoint partisi-partisi tersebut. Tapi, dengan cara ini, partisi-partisi tersebut aksesnya 'read only', bukan read and write. Maka kitapun masih perlu mengubah permission-nya (pake chmod) atau edit file fstab. Ribet kan? Apalagi buat pemula.

Ada cara yang lebih gampang untuk mounting partisi di Zenwalk. Saya memakai versi 6.2. Mungkin di versi dibawah 6.0 belum ada fitur ini. Namanya Disk Manager. Bisa diakses dari Menu > System > Control Panel (butuh akses root).


Di jendela Disk Manager, pilih tab General. Di situ kita bisa menemukan partisi-partisi yang belum di-mount. Kita tinggal pilih partisi yang kita inginkan untuk dimuat di Zenwalk. Partisi tersebut akan di-mount di /media.


Agar partisi dimuat otomatis saat start-up, jangan lupa mencontreng kolom enable. Nah, lebih simpel kan?

12.27.2009

Bisa nggak sih ngetik karakter arabic di Linux? Bisa banget. Ini saya kasih contoh di Zenwalk 6.2, pake Open Office 3.1.


Bagaimana caranya biar bisa ngetik arab? Gampang kok. Saya beri contoh untuk desktop XFCE 4.6.1 bawaan Zenwalk 6.2. Untuk versi sebelumnya bisa jadi belum ada. Untuk Gnome atau KDE, silakan tanya simbah Google. Yang lain, coba dicari juga, mudah-mudahan juga bisa. Oke, kita mulai

Cara pertama, lewat Xfce Settings
1. Buka Keyboard settings dari Menu > Settings > (Xfce Settings Manager) > Keyboard settings
2. Pada jendela Keyboard Settings, pilih Layout


3. Hilangkan contreng (uncheck) Use system defaults
4. Klik Add untuk menambahkan layout arabic pada Keyboard


5. Di jendela Keyboard layout selection, pilih arabic > tipe keyboard (pengguna di Indonesia biasanya qwerty) > OK

6. Selesai. Layout arabic sudah bisa kita pakai di Zenwalk.


Cara kedua, lewat Add Panel
Cara ini lebih mudah dan memudahkan, karena kita juga sekalian menambahkan shortcut dan shortkey untuk mengubah keyboard layout.
1. Klik kanan pada panel, kemudian pilih Add New Items


2. Pilih Keyboard layouts
3. Pada jendela Keyboard Layouts, di bagian Change Layout Option kita bisa mengatur shortkey. Saya memilih Alt+shift. Pilih Add untuk menambahkan layout arabic seperti cara pertama.


4. Di bagian Show layout as, kita bisa pilih image atau text. Kalau memilih image, maka panel Keyboard layout berbentuk gambar bendera, seperti gambar berikut.


5. Selesai. Untuk berpindah layout dari arabic ke us tinggal klik panel, atau tekan shortkey di keyboard (di komputer saya berarti kombinasi Alt+Shift).

Gampang kan? O ya, jangan lupa menginstall font arabic biar bisa ngetik karakter arab. Kalau font belum diinstall ya sama juga bohong. Selamat mencoba.

Bisa nggak sih ngetik karakter arabic di Linux? Bisa banget. Ini saya kasih contoh di Zenwalk 6.2, pake Open Office 3.1.


Bagaimana caranya biar bisa ngetik arab? Gampang kok. Saya beri contoh untuk desktop XFCE 4.6.1 bawaan Zenwalk 6.2. Untuk versi sebelumnya bisa jadi belum ada. Untuk Gnome atau KDE, silakan tanya simbah Google. Yang lain, coba dicari juga, mudah-mudahan juga bisa. Oke, kita mulai

Cara pertama, lewat Xfce Settings
1. Buka Keyboard settings dari Menu > Settings > (Xfce Settings Manager) > Keyboard settings
2. Pada jendela Keyboard Settings, pilih Layout


3. Hilangkan contreng (uncheck) Use system defaults
4. Klik Add untuk menambahkan layout arabic pada Keyboard


5. Di jendela Keyboard layout selection, pilih arabic > tipe keyboard (pengguna di Indonesia biasanya qwerty) > OK

6. Selesai. Layout arabic sudah bisa kita pakai di Zenwalk.


Cara kedua, lewat Add Panel
Cara ini lebih mudah dan memudahkan, karena kita juga sekalian menambahkan shortcut dan shortkey untuk mengubah keyboard layout.
1. Klik kanan pada panel, kemudian pilih Add New Items


2. Pilih Keyboard layouts
3. Pada jendela Keyboard Layouts, di bagian Change Layout Option kita bisa mengatur shortkey. Saya memilih Alt+shift. Pilih Add untuk menambahkan layout arabic seperti cara pertama.


4. Di bagian Show layout as, kita bisa pilih image atau text. Kalau memilih image, maka panel Keyboard layout berbentuk gambar bendera, seperti gambar berikut.


5. Selesai. Untuk berpindah layout dari arabic ke us tinggal klik panel, atau tekan shortkey di keyboard (di komputer saya berarti kombinasi Alt+Shift).

Gampang kan? O ya, jangan lupa menginstall font arabic biar bisa ngetik karakter arab. Kalau font belum diinstall ya sama juga bohong. Selamat mencoba.

12.13.2009

Beberapa waktu kemarin, XP saya agak bermasalah. Ya sudah, sekalian di-install ulang. Kebetulan baru saja dapet CD XP yang genuine (masih bajakan juga sih... :D), pre activated. Lumayan, gak perlu pakai wpa crack :p

Setelah install ulang, LILO bawaannya Zenwalk ilang. Tapi kali ini saya tidak ingin nginstall ulang Zenwalk. Maka saya cari-cari cara mengembalikan LILO yang tertimpa si XP ini. Setelah diubek-ubek, dipelajari, dan dicoba, inilah cara yang berhasil saya gunakan.

1. Boot CD Zenwalk seperti kalau mau nginstall, tekan enter. Atau jika diperlukan, masukkan dulu parameter booting, seperti di komputer saya yang mesti pake ata-vga

2. Pilih Partition buat mengetahui letak partisi Zenwalk. Kalau sudah hafal dimana letaknya, lewati aja tahap ini. Letak partisi Zenwalk saya ada di /dev/sda2

3. Pilih exit. Lho kok? Ya ikuti aja lah...

4. Setelah exit, kita masuk ke CLI mode. Mount partisi zenwalk dengan perintah mount -t [tipe partisi] /dev/sdxx /lokasi-mounting. Di komputer saya jadinya:
# mount -t ext3 /dev/sda2 /mnt


5. Kemudian masukkan perintah chroot /lokasi-mounting
# chroot /mnt

kemudian
# lilo


Reboot komputer, dan LILO-ku kembali..!!!
Semoga bermanfaat.

Beberapa waktu kemarin, XP saya agak bermasalah. Ya sudah, sekalian di-install ulang. Kebetulan baru saja dapet CD XP yang genuine (masih bajakan juga sih... :D), pre activated. Lumayan, gak perlu pakai wpa crack :p

Setelah install ulang, LILO bawaannya Zenwalk ilang. Tapi kali ini saya tidak ingin nginstall ulang Zenwalk. Maka saya cari-cari cara mengembalikan LILO yang tertimpa si XP ini. Setelah diubek-ubek, dipelajari, dan dicoba, inilah cara yang berhasil saya gunakan.

1. Boot CD Zenwalk seperti kalau mau nginstall, tekan enter. Atau jika diperlukan, masukkan dulu parameter booting, seperti di komputer saya yang mesti pake ata-vga

2. Pilih Partition buat mengetahui letak partisi Zenwalk. Kalau sudah hafal dimana letaknya, lewati aja tahap ini. Letak partisi Zenwalk saya ada di /dev/sda2

3. Pilih exit. Lho kok? Ya ikuti aja lah...

4. Setelah exit, kita masuk ke CLI mode. Mount partisi zenwalk dengan perintah mount -t [tipe partisi] /dev/sdxx /lokasi-mounting. Di komputer saya jadinya:
# mount -t ext3 /dev/sda2 /mnt


5. Kemudian masukkan perintah chroot /lokasi-mounting
# chroot /mnt

kemudian
# lilo


Reboot komputer, dan LILO-ku kembali..!!!
Semoga bermanfaat.

10.30.2009

Beberapa kali saya ditanya bagaimana caranya membuat Read More, Baca Selengkapnya, atau apalah namanya, biar muncul di postingan blog yang kita buat. Jawaban saya sih gampang saja, tanya simbah Google...! Yup, karena saya juga nggak tahu caranya (baca: gak apal kodenya!!). Kalau mau serach Google, wuih.. banyak banget result-nya. Tinggal pilih.

"Aku sudah baca tutorialnya, tapi pas dipraktekkan kok tetep nggak bisa muncul..?"
"Wah... ya embuh... Dulu aku pernah buat, bisa tuh... nggak ada masalah."

He..he.. sudahlah, saya coba bikin tutorial yang 75% njiplak tutorial-nya orang lain.

Cara pertama, yang praktis dan tidak repot, cari template yang otomatis sudah membawa kode "Read More". Contohnya seperti blog-nya LPMS. Saya tidak pernah ngutak atik apapun yang berkaitan dengan "Read More". Paling cuma widget, link-link, dan gambar header-nya. Di setiap postingan blog LPMS selalu muncul "Read More" meskipun lewat mode WYSIWYG (what you see is what you get), tidak pernah pindah ke mode edit HTML. That's it!

*******


Cara Kedua, yang agak advance. Jujur saja saya njiplak tutorial orang, karena (sekali lagi) nggak hafal kodenya. Ada 2 langkah yang harus kita lakukan.

Langkah pertama, copy kode berikut ini. Waduh.. nampilin kodenya di tutorial ini susah banget ternyata... :(

<span class="fullpost">


</span>

Akhirnya muncul juga... Copy kode diatas ke Pengaturan > Format > Template Entri (kotak paling bawah). Kemudian simpan. Sudah..? Lanjut gan..!


Langkah kedua, buka Tata Letak > Edit HTML
Sebaiknya simpan/ backup dulu template yang kita pakai dengan mengklik Download Template Lengkap. Ini langkah aman saja, supaya nanti kalau terjadi salah edit kode, bisa dikembalikan lagi seperti sedia kala.
Kemudan contreng Expand Template Widget

Cari kode berikut ini (kalau pake firefox, tekan CTRL+F biar gampang mencarinya)

<data:post.body/>

atau

<p><data:post.body/></p>

Sudah ketemu? Kita ganti kode tersebut dengan kode berikut ini

<b:if cond='data:blog.pageType == "item"'>
<style>.fullpost{display:inline;}</style>
<p><data:post.body/></p>
<b:else/>
<style>.fullpost{display:none;}</style>
<p><data:post.body/>
<a expr:href='data:post.url'><strong>Read more...
</strong></a></p>
</b:if>


Simpan template, dan blog kita sudah siap menampilkan Read More di postingan kita. Kata read more pada kode di atas bisa kita ganti sesuai selera. Selesai.

Nah sekarang bagaimana caranya posting artikel ber-"read more.."? Setelah kita melakukan perubahan seperti di atas, setiap membuat entri baru pilih mode Edit HTML. Di situ kita akan mendapatkan kode span-span muncul sendiri.

Tulis paragraf (atau beberapa paragraf) sebelum kode <span class="fullpost">.
Kemudian tulis sisanya setelah kode tersebut dan sebelum kode </span>

Terus postingan yang lama? Yah... anda perlu bersabar mengedit satu per satu postingan itu. Soalnya di postingan yang lama, belum ada kode span-span buat read more. Tapi tetap muncul di bawah postingan kita karena template telah kita ubah seperti itu. Ya seperti blog saya ini, gara-gara penasaran apa sih yang bikin teman-teman saya gagal menampilkan Read more. Akhirnya diedit semua.

Masih belum berhasil? Periksa kode-kode HTML di postingan anda. Kalau perlu, hapus semua yang berbau kode HTML, selain kode read more. Baru setelah itu ditata lagi di mode WYSIWYG.

Belum bisa juga? Ampun deh... Balikin saja templatenya pakai backup yang sudah disiapkan tadi. Hapus juga kode yang sudah ditambahkan di Pengaturan. Nampaknya anda tidak diizinkan menampilkan Read More. Hihihi.... ^^v Peace...

Sumber: http://kolom-tutorial.blogspot.com/2008/01/trik-mudah-membuat-more.html

Beberapa kali saya ditanya bagaimana caranya membuat Read More, Baca Selengkapnya, atau apalah namanya, biar muncul di postingan blog yang kita buat. Jawaban saya sih gampang saja, tanya simbah Google...! Yup, karena saya juga nggak tahu caranya (baca: gak apal kodenya!!). Kalau mau serach Google, wuih.. banyak banget result-nya. Tinggal pilih.

"Aku sudah baca tutorialnya, tapi pas dipraktekkan kok tetep nggak bisa muncul..?"
"Wah... ya embuh... Dulu aku pernah buat, bisa tuh... nggak ada masalah."

He..he.. sudahlah, saya coba bikin tutorial yang 75% njiplak tutorial-nya orang lain.

Cara pertama, yang praktis dan tidak repot, cari template yang otomatis sudah membawa kode "Read More". Contohnya seperti blog-nya LPMS. Saya tidak pernah ngutak atik apapun yang berkaitan dengan "Read More". Paling cuma widget, link-link, dan gambar header-nya. Di setiap postingan blog LPMS selalu muncul "Read More" meskipun lewat mode WYSIWYG (what you see is what you get), tidak pernah pindah ke mode edit HTML. That's it!

*******


Cara Kedua, yang agak advance. Jujur saja saya njiplak tutorial orang, karena (sekali lagi) nggak hafal kodenya. Ada 2 langkah yang harus kita lakukan.

Langkah pertama, copy kode berikut ini. Waduh.. nampilin kodenya di tutorial ini susah banget ternyata... :(

<span class="fullpost">


</span>

Akhirnya muncul juga... Copy kode diatas ke Pengaturan > Format > Template Entri (kotak paling bawah). Kemudian simpan. Sudah..? Lanjut gan..!


Langkah kedua, buka Tata Letak > Edit HTML
Sebaiknya simpan/ backup dulu template yang kita pakai dengan mengklik Download Template Lengkap. Ini langkah aman saja, supaya nanti kalau terjadi salah edit kode, bisa dikembalikan lagi seperti sedia kala.
Kemudan contreng Expand Template Widget

Cari kode berikut ini (kalau pake firefox, tekan CTRL+F biar gampang mencarinya)

<data:post.body/>

atau

<p><data:post.body/></p>

Sudah ketemu? Kita ganti kode tersebut dengan kode berikut ini

<b:if cond='data:blog.pageType == "item"'>
<style>.fullpost{display:inline;}</style>
<p><data:post.body/></p>
<b:else/>
<style>.fullpost{display:none;}</style>
<p><data:post.body/>
<a expr:href='data:post.url'><strong>Read more...
</strong></a></p>
</b:if>


Simpan template, dan blog kita sudah siap menampilkan Read More di postingan kita. Kata read more pada kode di atas bisa kita ganti sesuai selera. Selesai.

Nah sekarang bagaimana caranya posting artikel ber-"read more.."? Setelah kita melakukan perubahan seperti di atas, setiap membuat entri baru pilih mode Edit HTML. Di situ kita akan mendapatkan kode span-span muncul sendiri.

Tulis paragraf (atau beberapa paragraf) sebelum kode <span class="fullpost">.
Kemudian tulis sisanya setelah kode tersebut dan sebelum kode </span>

Terus postingan yang lama? Yah... anda perlu bersabar mengedit satu per satu postingan itu. Soalnya di postingan yang lama, belum ada kode span-span buat read more. Tapi tetap muncul di bawah postingan kita karena template telah kita ubah seperti itu. Ya seperti blog saya ini, gara-gara penasaran apa sih yang bikin teman-teman saya gagal menampilkan Read more. Akhirnya diedit semua.

Masih belum berhasil? Periksa kode-kode HTML di postingan anda. Kalau perlu, hapus semua yang berbau kode HTML, selain kode read more. Baru setelah itu ditata lagi di mode WYSIWYG.

Belum bisa juga? Ampun deh... Balikin saja templatenya pakai backup yang sudah disiapkan tadi. Hapus juga kode yang sudah ditambahkan di Pengaturan. Nampaknya anda tidak diizinkan menampilkan Read More. Hihihi.... ^^v Peace...

Sumber: http://kolom-tutorial.blogspot.com/2008/01/trik-mudah-membuat-more.html

6.21.2009

Zenwalk cukup dikenal dengan performanya. Ringan dan cepat. Distro ini merupakan turunan slackware. Saat ini versi stabil zenwalk yang terakhir adalah versi 6.0. Pengguna Linux di Indonesia pasti mengenal salah satu keluarga Zenwalk buatan anak bangsa, Zencafe, Zenwalk for internet cafe.
Sedangkan wolvix sepertinya kurang populer di sini. Tapi distro ini menawarkan fitur aplikasi yang melimpah terutama aplikasi multimedia dan network. Wolvix juga turunan Slackware. Saat ini versi Wolvix terbaru adalah versi 2.0 (tapi masih beta 2). Sayangnya di versi ini tidak ada game-nya, tidak seperti versi-versi sebelumnya.

Jika kita ingin memakai Zenwalk sebagai sistem operasi karena jatuh hati pada performanya, namun juga ingin menikmati komplitnya wolvix, kita bisa mengawin silangkan keduanya. Caranya mudah. Saya dapatkan tips ini ketika masih memakai zencafe 1.4 (link sumbernya nyusul deh, dicari-cari belum ketemu).

Pertama, siapkan cd instalasi zenwalk dan wolvix. Bisa download, beli, atau pinjam punya orang. Terserah yang versi berapa. Saran saya, saya tidak tahu berpengaruh atau tidak, tapi yang sudah saya praktekkan, pilih zenwalk yang versi kernelnya lebih baru ketimbang wolvix. Wolvix-nya kita pakai versi hunter, bukan cub.

Kedua, install wolvix terlebih dahulu. Wolvix tersedia dalam bentuk live cd. Untuk login gunakan username root, password toor. Untuk menginstall wolvix dilakukan melalui wolvix control panel. Pilih opsi Full Install pada tab HD Install. Lengkapnya baca di sini.


Setelah selesai menginstall wolvix, jangan di restart dulu. Langkah ketiga yang kita lakukan adalah mencari file hasil instalasi wolvix, kemudian menghapus semua file tersebut kecuali yang berada dalam direktori /usr. Lokasi harddisk kita dimount ada di /mnt. Jadi misalnya kita menginstall wolvix di partisi kedua, berarti file hasil instalasinya ada di /mnt/hda2.

Keempat, restart, keluarkan cd wolvix, dan kita ganti dengan cd zenwalk. Sekarang kita install zenwalk pada partisi yang sama dengan partisi tempat wolvix diinstall, dengan catatan, partisi ini jangan di format ulang. Pilih No ketika ditanyakan Format this partition? Panduan instalasi zenwalk bisa dibaca di sini atau download versi PDF-nya (sebenarnya buat Zencafe 2.0, tapi sama kok..).

Selesai. Kita tinggal melengkapi yang diminta zenwalk sebelum menggunakannya. Dan jadilah, sekarang kita punya zenwalk yang punya aplikasi sekomplit wolvix.

Hanya saja, yang perlu diingat, terkadang ada beberapa aplikasi bawaan wolvix yang tidak bisa dijalankan. Misalnya gparted, dan GIMP. Gparted bermasalah dengan dependensinya (libdevmapper), yang ternyata ada di direktori /lib (bukan /usr/lib). Sebaiknya libdevmapper jangan dihapus kalau ingin gparted bisa dijalankan.

Sedangkan pada GIMP terjadi konflik, karena GIMP bawaan zenwalk (2.6.5) lebih lawas ketimbang wolvix (2.6.6). Saran saya, direktori /var/log/packages jangan ikut dihapus agar kita bisa menguninstall program dengan mudah. Agar GIMP bisa digunakan, uninstall GIMP 2.6.6 bawaan wolvix. Lainnya? Utak-atik aja lah..

Selamat mencoba!

-------------------------------------------------------------
Daftar aplikasi hasil kawin silang
Accessories:
Application Finder, Archive Manager, Bulk Rename, Catfish, Character Map, GNOME Commander, Galculator, HP Device manager, ISO Master, Mousepad, Task Manager, Terminal, Thunar, Xarchiver, Xpad, medit, xCHM
Development:
Bluefish Editor, Geany, Glade Interface Designer, Hex editor, Kompozer, Meld Diff Viewer, SciTe
Graphics:
Comix, Dia, Evince, GIMP, GQview, Gtkam, Inkscape, Rawstudio, gThumb, mtPaint
Multimedia:
Asunder, Audacious, Audacity, Brasero, CD Player, OGMRip, Exaile, GNOMEBaker, gPodder, Grip, gtkPod, Kino, MPlayer, Totem Media Player, Mixer, Mp3splt-gtk, Sound Recorder, Subtitle Editor, Xine, avidemux2, gnormalize, Streamtuner
Network:
Chestnut Dialer, Deluge BitTorrent Client, Filezilla, Firefox, GNOME PPP, Gadmin Samba, gftp, Icedove, Iceweasel, Liferea, Linux DC++, Mirage, Network Shares (Gigolo), Pidgin, Skype, Thunderbird, Transmission BitTorrent Client, Wifi Radar, XChat IRC, pyNeighborhood, wpa gui
Office:
Abiword, Gnumeric, Homebank, NoteCase, OpenOffice.org 3.0 (Calc, Draw, Impress, Writer), Calendar, Osmo Personal Organizer, Xsane, Zim Desktop Wiki, gLabels
System:
Zenwalk Control Panel, GParted, Grsync, Gslapt Package Manager, Htop, LSHW, Ndiswrapper, Netpkg, Network manager, PPPoA Dialer, PPPoE Dialer, Sensors Values Viewer, Wine, Wolvix Control Panel

Zenwalk cukup dikenal dengan performanya. Ringan dan cepat. Distro ini merupakan turunan slackware. Saat ini versi stabil zenwalk yang terakhir adalah versi 6.0. Pengguna Linux di Indonesia pasti mengenal salah satu keluarga Zenwalk buatan anak bangsa, Zencafe, Zenwalk for internet cafe.
Sedangkan wolvix sepertinya kurang populer di sini. Tapi distro ini menawarkan fitur aplikasi yang melimpah terutama aplikasi multimedia dan network. Wolvix juga turunan Slackware. Saat ini versi Wolvix terbaru adalah versi 2.0 (tapi masih beta 2). Sayangnya di versi ini tidak ada game-nya, tidak seperti versi-versi sebelumnya.

Jika kita ingin memakai Zenwalk sebagai sistem operasi karena jatuh hati pada performanya, namun juga ingin menikmati komplitnya wolvix, kita bisa mengawin silangkan keduanya. Caranya mudah. Saya dapatkan tips ini ketika masih memakai zencafe 1.4 (link sumbernya nyusul deh, dicari-cari belum ketemu).

Pertama, siapkan cd instalasi zenwalk dan wolvix. Bisa download, beli, atau pinjam punya orang. Terserah yang versi berapa. Saran saya, saya tidak tahu berpengaruh atau tidak, tapi yang sudah saya praktekkan, pilih zenwalk yang versi kernelnya lebih baru ketimbang wolvix. Wolvix-nya kita pakai versi hunter, bukan cub.

Kedua, install wolvix terlebih dahulu. Wolvix tersedia dalam bentuk live cd. Untuk login gunakan username root, password toor. Untuk menginstall wolvix dilakukan melalui wolvix control panel. Pilih opsi Full Install pada tab HD Install. Lengkapnya baca di sini.


Setelah selesai menginstall wolvix, jangan di restart dulu. Langkah ketiga yang kita lakukan adalah mencari file hasil instalasi wolvix, kemudian menghapus semua file tersebut kecuali yang berada dalam direktori /usr. Lokasi harddisk kita dimount ada di /mnt. Jadi misalnya kita menginstall wolvix di partisi kedua, berarti file hasil instalasinya ada di /mnt/hda2.

Keempat, restart, keluarkan cd wolvix, dan kita ganti dengan cd zenwalk. Sekarang kita install zenwalk pada partisi yang sama dengan partisi tempat wolvix diinstall, dengan catatan, partisi ini jangan di format ulang. Pilih No ketika ditanyakan Format this partition? Panduan instalasi zenwalk bisa dibaca di sini atau download versi PDF-nya (sebenarnya buat Zencafe 2.0, tapi sama kok..).

Selesai. Kita tinggal melengkapi yang diminta zenwalk sebelum menggunakannya. Dan jadilah, sekarang kita punya zenwalk yang punya aplikasi sekomplit wolvix.

Hanya saja, yang perlu diingat, terkadang ada beberapa aplikasi bawaan wolvix yang tidak bisa dijalankan. Misalnya gparted, dan GIMP. Gparted bermasalah dengan dependensinya (libdevmapper), yang ternyata ada di direktori /lib (bukan /usr/lib). Sebaiknya libdevmapper jangan dihapus kalau ingin gparted bisa dijalankan.

Sedangkan pada GIMP terjadi konflik, karena GIMP bawaan zenwalk (2.6.5) lebih lawas ketimbang wolvix (2.6.6). Saran saya, direktori /var/log/packages jangan ikut dihapus agar kita bisa menguninstall program dengan mudah. Agar GIMP bisa digunakan, uninstall GIMP 2.6.6 bawaan wolvix. Lainnya? Utak-atik aja lah..

Selamat mencoba!

-------------------------------------------------------------
Daftar aplikasi hasil kawin silang
Accessories:
Application Finder, Archive Manager, Bulk Rename, Catfish, Character Map, GNOME Commander, Galculator, HP Device manager, ISO Master, Mousepad, Task Manager, Terminal, Thunar, Xarchiver, Xpad, medit, xCHM
Development:
Bluefish Editor, Geany, Glade Interface Designer, Hex editor, Kompozer, Meld Diff Viewer, SciTe
Graphics:
Comix, Dia, Evince, GIMP, GQview, Gtkam, Inkscape, Rawstudio, gThumb, mtPaint
Multimedia:
Asunder, Audacious, Audacity, Brasero, CD Player, OGMRip, Exaile, GNOMEBaker, gPodder, Grip, gtkPod, Kino, MPlayer, Totem Media Player, Mixer, Mp3splt-gtk, Sound Recorder, Subtitle Editor, Xine, avidemux2, gnormalize, Streamtuner
Network:
Chestnut Dialer, Deluge BitTorrent Client, Filezilla, Firefox, GNOME PPP, Gadmin Samba, gftp, Icedove, Iceweasel, Liferea, Linux DC++, Mirage, Network Shares (Gigolo), Pidgin, Skype, Thunderbird, Transmission BitTorrent Client, Wifi Radar, XChat IRC, pyNeighborhood, wpa gui
Office:
Abiword, Gnumeric, Homebank, NoteCase, OpenOffice.org 3.0 (Calc, Draw, Impress, Writer), Calendar, Osmo Personal Organizer, Xsane, Zim Desktop Wiki, gLabels
System:
Zenwalk Control Panel, GParted, Grsync, Gslapt Package Manager, Htop, LSHW, Ndiswrapper, Netpkg, Network manager, PPPoA Dialer, PPPoE Dialer, Sensors Values Viewer, Wine, Wolvix Control Panel

6.19.2009

Instalasi printer dalam sistem operasi Linux bukanlah perkara sulit, karena ada CUPS (Common Unix Printing System). CUPS sendiri merupakan produk Apple Inc. yang menjadi sistem printing standar pada MacOSX dan mayoritas Linux. Sepertinya di semua distro Linux, CUPS sudah menjadi barang wajib yang harus ada.

CUPS kebanyakan dijalankan dari browser, dan sangat bermanfaat untuk instalasi printer, manajemen printer, dan mengatur jobs yang diberikan pada printer. Untuk drivernya, kita bisa gunakan Gutenprint yang mendukung hampir semua jenis printer dari berbagai merk, atau turboprint.

Bagi yang butuh step by step instalasi printer lewat CUPS, bisa menyimak cara saya menginstall printer lawas saya, Epson Stylus C41SX berikut ini


Pertama, nyalakan printer! Kemudian buka browser, misalnya Firefox, dan ketikkan alamat localhost:631. Cara lain, jika memakai zenwalk, lewat Menu > System > CUPS webconf. Akan muncul tampilan seperti ini.


Kedua, kita bisa langsung klik Add Printer. Tapi saya lebih suka masuk ke tab Administration, karena di tab ini kita bisa menemukan pilihan Add Printer dan Find New Printers. Kita coba klik Find New Printers terlebih dulu. Jika printer langsung dikenali, ini akan menghemat waktu dan tenaga kita. Kalau CUPS tidak mengenal printer kita secara otomatis, baru kita coba Add Printer.




Oke, ceritanya printer tidak dikenali. Maka langkah ketiga, klik Add Printer. Akan muncul kotak dialog seperti di bawah ini. Isi kolom sesuai kebutuhan. Kolom Names tidak boleh diisi karakter #,/, dan spasi. Continue


Keempat, pilih device tempat kabel printer kita dicolokkan ke komputer. Printer saya ini memakai LPT port, jadi saya pilih LPT #1. Continue


Kelima, kita pilih nama vendor printer kita. Saya pilih Epson tentu saja. Atau kalau kita punya file PPD (file driver printer di Linux, berekstensi *.ppd) bisa langsung kita masukkan. Karena saya tidak punya (sebenarnya sudah ada, karena driver Gutenprint sudah terinstall, tapi... tidak tahu di mana tempatnya ^_^), Continue ajah...


Keenam, kita pilh model/ driver printernya. Sip, printer saya yang jadul itu masih disupport Gutenprint. Tinggal klik Add Printer. Kalau model printer kita tidak ada dalam daftar, terpaksa harus cari dulu. Biasanya sering dijumpai pada printer Canon Pixma iP di bawah seri 2000. Alternatifnya pakai driver turboprint atau kita cari di website resmi masing-masing vendor printer.


Ketujuh, masukkan password root. Jika berhasil, akan ditampilkan halaman Set printer options. Kita bisa atur sesuai kebutuhan dan keinginan kita. Sekarang tinggal menguji hasilnya. Masuk pada tab Printers, lalu klik print test page. Jika printer bereaksi dan mencetak halaman test page, berarti Selamat! Printer sudah terinstall dan siap digunakan kapan saja.


Untuk melihat 'kerjaan' apa saja yang diberikan pada printer, membatalkannya, memindah, mengulang, atau menunda 'pekerjaan' tersebut, bisa kita lihat di tab Jobs. Selamat mencoba.

Instalasi printer dalam sistem operasi Linux bukanlah perkara sulit, karena ada CUPS (Common Unix Printing System). CUPS sendiri merupakan produk Apple Inc. yang menjadi sistem printing standar pada MacOSX dan mayoritas Linux. Sepertinya di semua distro Linux, CUPS sudah menjadi barang wajib yang harus ada.

CUPS kebanyakan dijalankan dari browser, dan sangat bermanfaat untuk instalasi printer, manajemen printer, dan mengatur jobs yang diberikan pada printer. Untuk drivernya, kita bisa gunakan Gutenprint yang mendukung hampir semua jenis printer dari berbagai merk, atau turboprint.

Bagi yang butuh step by step instalasi printer lewat CUPS, bisa menyimak cara saya menginstall printer lawas saya, Epson Stylus C41SX berikut ini


Pertama, nyalakan printer! Kemudian buka browser, misalnya Firefox, dan ketikkan alamat localhost:631. Cara lain, jika memakai zenwalk, lewat Menu > System > CUPS webconf. Akan muncul tampilan seperti ini.


Kedua, kita bisa langsung klik Add Printer. Tapi saya lebih suka masuk ke tab Administration, karena di tab ini kita bisa menemukan pilihan Add Printer dan Find New Printers. Kita coba klik Find New Printers terlebih dulu. Jika printer langsung dikenali, ini akan menghemat waktu dan tenaga kita. Kalau CUPS tidak mengenal printer kita secara otomatis, baru kita coba Add Printer.




Oke, ceritanya printer tidak dikenali. Maka langkah ketiga, klik Add Printer. Akan muncul kotak dialog seperti di bawah ini. Isi kolom sesuai kebutuhan. Kolom Names tidak boleh diisi karakter #,/, dan spasi. Continue


Keempat, pilih device tempat kabel printer kita dicolokkan ke komputer. Printer saya ini memakai LPT port, jadi saya pilih LPT #1. Continue


Kelima, kita pilih nama vendor printer kita. Saya pilih Epson tentu saja. Atau kalau kita punya file PPD (file driver printer di Linux, berekstensi *.ppd) bisa langsung kita masukkan. Karena saya tidak punya (sebenarnya sudah ada, karena driver Gutenprint sudah terinstall, tapi... tidak tahu di mana tempatnya ^_^), Continue ajah...


Keenam, kita pilh model/ driver printernya. Sip, printer saya yang jadul itu masih disupport Gutenprint. Tinggal klik Add Printer. Kalau model printer kita tidak ada dalam daftar, terpaksa harus cari dulu. Biasanya sering dijumpai pada printer Canon Pixma iP di bawah seri 2000. Alternatifnya pakai driver turboprint atau kita cari di website resmi masing-masing vendor printer.


Ketujuh, masukkan password root. Jika berhasil, akan ditampilkan halaman Set printer options. Kita bisa atur sesuai kebutuhan dan keinginan kita. Sekarang tinggal menguji hasilnya. Masuk pada tab Printers, lalu klik print test page. Jika printer bereaksi dan mencetak halaman test page, berarti Selamat! Printer sudah terinstall dan siap digunakan kapan saja.


Untuk melihat 'kerjaan' apa saja yang diberikan pada printer, membatalkannya, memindah, mengulang, atau menunda 'pekerjaan' tersebut, bisa kita lihat di tab Jobs. Selamat mencoba.